detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 18:46 WIB

Jokowi Presiden Lagi, Kakek di Bali Penuhi Kaul Jalan Kaki 80 Km

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jokowi Presiden Lagi, Kakek di Bali Penuhi Kaul Jalan Kaki 80 Km Kakek jalan kaki di Bali. (Dita/detikcom)
Bali - Kakek 69 tahun di Bali, Made Suharta, bertekad jika Joko Widodo (Jokowi) jadi presiden lagi, ia bakal berjalan kaki dari rumahnya di Singaraja, Buleleng, ke kantor Gubernur Bali di Denpasar. Hari ini dia memenuhi kaulnya itu setelah menempuh 80 km.

Dengan penuh peluh, pria yang memakai kaus dan celana training warna biru serta membawa bendera merah-putih di punggungnya itu tiba di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, sekitar pukul 15.30 Wita. Dia mengaku sudah empat hari berjalan kaki dari rumahnya di Banjar Tegal, Singaraja.

"Saya (start) dari Sangket selatan terminal Singaraja dan terus mengikuti jalan besar saja, 4 hari. Waktu itu (berangkat) jam 10.30 Wita. Motor saya titip di sana kalau tahu orang rumah, istri saya pasti nggak dikasih," kata Suharta saat ditemui di lokasi, Rabu (17/7/2019).



Pensiunan pegawai Dinas Kehutanan ini mengatakan, selama perjalanan, dia banyak mendapatkan pengalaman menarik. Salah satunya banyak yang bersimpati ketika tahu dia punya kaul jalan kaki karena Jokowi menang.

"Kalau ikhlas pasti bisa, ternyata betul-betul kok ringan sekali kaki saya. Kepikiran dari September, tapi kan suasana masih panas-panasnya serangannya berat. Sepanjang jalan makan di warung banyak yang menggratiskan karena tahu kaul Jokowi," tuturnya.

Selama perjalanan menuju Denpasar, Suharta, yang memiliki 11 cucu, sempat singgah di beberapa tempat untuk melepas lelah. Dia menceritakan sempat menginap di Polsek Banjarsari dan mendapat sambutan baik. Dia juga sempat tidur di penginapan dan di rumah menantunya di Mengwi.

"Jujur baru kali ini saya merasa ada pemimpin bermasyarakat tanpa pilih kasih," jawabnya ketika ditanya alasan nge-fans kepada Jokowi.

Saat tiba di kantor gubernur, dia disambut Sekda Bali Dewa Made Indra. Dewa mengapresiasi kegigihan Suharta memenuhi kaulnya itu.

"Beliau datang capek-capek ke sini untuk memenuhi janji kepada dirinya sendiri. Sesampai di sini, beliau menyampaikan aspirasi. Kita sudah dengar bersama tidak ada satu pun aspirasi untuk dirinya sendiri dan ini luar biasa," puji Dewa.



Suharta sempat menitipkan tiga pucuk surat ke Dewa yang ditujukan untuk Presiden Jokowi, Gubernur Wayan Koster, dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Surat itu dia simpan dalam map cokelat yang dimasukkan ke tas jinjingnya.

Dalam surat itu, dia berharap kawasan hutan di Bali diperluas menuju syarat idealnya. Dia juga mendukung gerakan mengurangi kantong plastik yang dicanangkan di Bali hingga meminta dibuatkan krematorium umum di desanya. Poin-poin surat itu pun dia bacakan saat bertemu Dewa.

"Semua aspirasinya untuk Bali yang paling sempit untuk kampungnya, tapi tidak ada untuk pribadi dan keluarganya. Seperti luasan hutan supaya ideal, supaya plastik dikurangi. Kemudian punya monumen untuk Buleleng dan juga untuk Bali, rumah krematorium itu baru untuk kampungnya. Ini contoh orang yang sangat luar biasa," ujar Dewa.

Dewa juga menyampaikan permintaan maaf karena Suharta tak bisa bertemu Koster. Sebab, kedatangan Suharta belum dikoordinasikan dengan jadwal Koster.

"Tapi karena tidak ada koordinasi apa pun, kebetulan Bapak Gubernur sedang tidak ada di tempat karena beliau pulang kampung untuk odalan. Karena itu, saya mewakili Bapak Gubernur, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas integritas yang luar biasa," ucap Dewa.

Simak Video "Bali Rare Festival, Denpasar, Bali"
[Gambas:Video 20detik]

(ams/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com