Flu Burung Masuk Eropa, Pandemi Tidak Mungkin Dihindari
Senin, 17 Okt 2005 11:50 WIB
Jakarta - Negara-negara di Eropa bergerak cepat untuk mencegah meluasnya penyebaran virus flu burung. Namun kepala medis Inggris, Liam Donaldson, mengingatkan bahwa mustahil untuk menghindari terjadinya pandemi flu burung.Terlebih lagi setelah ditemukannya virus H5N1 tersebut di Turki dan Rumania. Virus mematikan itu nantinya akan bergabung dengan virus flu manusia dan menimbulkan pandemi atau wabah global, yang bisa saja menewaskan jutaan orang di seluruh dunia."Yang penting bukan soal adanya pandemi flu burung, yang penting adalah bahwa pada titik tertentu, dan kita belajar dari sejarah, bahwa virus flu burung akan bergabung dengan virus flu manusia, dan kemudian virus itu akan menular dengan mudah," tukas Donaldson kepada BBC seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/10/2005).Meningkatnya ancaman flu burung di Eropa akan menjadi bahasan utama dalam pertemuan para pemimpin Uni Eropa pekan ini. Para menteri luar negeri Uni Eropa juga akan membicarakan wabah flu burung dalam pertemuan darurat di Luxemburg, 18 Oktober 2005 besok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya atas ditemukannya kasus flu burung di Rumania dan Turki. Hal ini, menurut badan kesehatan PBB itu, menunjukkan bahwa risiko penularan virus dari unggas ke manusia kian meningkat."Keberadaan virus ini di Rumania mengkhawatirkan kami, karena itu membuktikan bahwa virus ini di lingkungan burung dan bahwa itu meningkatkan kemungkinan penularan ke manusia," ujar juru bicara WHO.Sejauh ini penyakit flu burung telah menewaskan lebih dari 60 orang di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sejak wabah tersebut mulai merebak pada tahun 2003 lalu.
(ita/)











































