Iran Tuding Inggris Punya Peran dalam Serangan Bom
Senin, 17 Okt 2005 10:50 WIB
Jakarta - Ketegangan antara Iran dan Inggris kian memanas. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahkan menuding Inggris punya peran dalam serangan bom yang menewaskan lima orang di Iran, Sabtu (15/10/2005)."Kami sangat curiga dengan peran pasukan Inggris dalam melakukan aksi teroris seperti itu," cetus Ahmadinejad seperti dikutip kantor berita ISNA dan dilansir Reuters, Senin (17/10/2005).Komentar pemimpin Iran itu kian memperburuk hubungan negara republik Islam tersebut dengan Inggris. Sebelumnya pemerintah Inggris berulang kali menuduh Iran terlibat serangkaian serangan gerilya terhadap pasukan Inggris di Irak selatan baru-baru ini.Selain menimbulkan 5 korban jiwa, ledakan bom kembar di luar pusat perbelanjaan di kota Ahvaz, yang dekat dengan perbatasan Iran dan Irak, juga menyebabkan lebih dari 80 orang terluka."Rakyat kami terbiasa dengan jenis insiden seperti ini, dan agen-agen intelijen kami menemukan jejak-jejak Inggris dalam insiden-insiden serupa sebelumnya," tukas Ahmadinejad. Menurutnya, kehadiran pasukan Inggris di Irak selatan dan di dekat perbatasan Iran merupakan faktor di balik ketidakamanan bangsa dan rakyat Irak.
(ita/)











































