Reshuffle Kabinet, SBY Disarankan Fokus ke Tim Ekonomi

Reshuffle Kabinet, SBY Disarankan Fokus ke Tim Ekonomi

- detikNews
Senin, 17 Okt 2005 00:17 WIB
Semarang - Meski tidak tegas menyatakan presiden harus mereshuffle kabinet, Ketua MPR Hidayat Nurwahid tetap punya penilaian terhadap kinerja para menteri. Kalau ada reshuffle, dia menyarankan tim ekonomi yang jadi fokus."Secara prinsip, reshuffle kabinet memang hak presiden. Tentu presiden harus mempertimbangkan bagaimana kinerja menterinya. Tim ekonomi harus dinilai lebih kritis," ungkapnya usai melantik Pengurus Wilayah Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) Jateng di Aula Masjid Baiturahman Semarang, Jl. Pandanaran, Minggu (16/10/2005).Hidayat beralasan, saat ini tim ekonomi mendapat sorotan dari publik. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah lebih bernuansa ekonomi. Misalnya, kebijakan kenaikan harga BBM."Penilaian tim ekonomi itu penting agar dapat ditemukan solusi yang lebih baik. Biar program-program menyejahterakan rakyat sebagaimana janji semasa kampanye dapat diilakukan," terangnya.Mengenai dampak kenaikan harga BBM, Hidayat menyatakan seharusnya presiden lebih terbuka menerima kritik. Terutama dari masyarakat miskin yang namanya belum tercatat sebagai penerima dana kompensasi.Kalau perlu, lanjut Hidayat, presiden mengoreksi besaran kenaikan harga BBM. "Presiden harus mengevaluasi, besaran kenaikan itu sudah benar atau tidak? Karena itu jelas membebani rakyat," ujarnya.Politisi yang terlahir di Klaten, Jateng, ini menambahkan, dampak kenaikan BBM sudah sangat terasa di masyarakat. Mulai dari kacaunya sistem pembagian dana kompensasi sampai bidang industri. "Sayang, data pemerintah kurang akurat," imbuhnya. (asy/)


Berita Terkait