detikNews
Senin 15 Juli 2019, 13:31 WIB

Gerindra: Di Dalam atau Luar Pemerintah, Kami Harus Permisi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra: Di Dalam atau Luar Pemerintah, Kami Harus Permisi Foto: Waketum Gerindra Edhy Prabowo (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra belum memutuskan sikap politik untuk lima tahun mendatang. Waketum Partai Gerindra Edhy Prabowo menyebut penentuan sikap itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

"Apakah nanti Gerindra di dalam atau di luar, itu kan saya pikir itu berikutnya karena masing-masing kami punya rumah tangga besar yang harus kami permisi, harus kami sampaikan langkah-langkah itu, kan tidak semudah membalikkan telapak tangan," kata Edhy saat dihubungi, Senin (15/7/2019).


Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu dengan Jokowi. Meski demikian, soal langkah politik Gerindra lima tahun ke depan, Edhy menegaskan itu belum diputuskan.

"Intinya Pak Prabowo sudah sangat terbuka membangun komunikasi ini. Sejak awal Anda kan lihat dalam pertempuran pun, pertarungan pun, dalam debat-debat Pak Prabowo kan tak pernah menyerang Pak Jokowi dalam konteks asal-asalan kan menyampaikan. Itu pun beliau santun menyampaikannya," ucap Edhy.

"Lima tahun kami di luar pemerintahan Anda kan lihat, lihat coba Gerindra memposisikan seperti apa. Kami kader-kader, pimpinan komisi, ketua komisi dan sebagainya, kan kita tidak asal, bagus jelek pemerintah serang," tegas Edhy.

Edhy menyatakan Prabowo selalu memberikan arahan kepada para keder untuk bersikap. Prabowo tak pernah memerintahkan kader-kader mengkritik pemerintah asal-asalan.

"Kita pokoknya Prabowo selalu memberi pengarahan ke kami adalah kalau bagus kita terus, back up, bantu, kalau nggak bagus diingatkan, disampaikan dikritik yang sopan tidak usah menyerang pribadi dan sebagainya. Itu selalu disampaikan kepada kami setiap saat," sebut dia.


Anggota DPR itu menegaskan tak ada masalah pribadi antara Jokowi dan Prabowo. Dalam konteks kepentingan bangsa, masalah pribadi disebutnya tak relevan jika dikait-kaitkan.

"Dan tidak ada istilahnya masalah pribadi. Terlalu kecil kita menghadapi begitu sekian besarnya masalah di negeri ini kalau kita harus bawa ke masalah pribadi. Demi kepentingan nasional, demi kepentingan negara ya kita sampingkanlah masalah-masalah pribadi. Yang paling penting pada akhirnya bagaimana masalah nasional selesai, kan gitu. Kita kritik, substansi materi harus kita bicarakan," jelas Edhy Prabowo.


Jokowi-Prabowo akan Bertemu, Gerindra: Kita Sodorkan Visi-misi:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Anggap Pidato Jokowi Kurang UUD 45, Amien Rais Ajak Duduk Bareng"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com