detikNews
Senin 15 Juli 2019, 11:21 WIB

Cegah Penyakit, Anak Pencari Suaka Kalideres Dapat Penyuluhan Cuci Tangan

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Cegah Penyakit, Anak Pencari Suaka Kalideres Dapat Penyuluhan Cuci Tangan Puskesmas Kalideres memberikan edukasi kepada anak-anak para pencari suaka tentang hidup sehat selama di pengungsian. (Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Puskesmas Kalideres memberikan edukasi kepada anak-anak para pencari suaka tentang hidup sehat selama di pengungsian. Salah satunya soal mencuci tangan yang benar.

Pantauan detikcom, sekitar 20 anak pencari suaka dari Afganistan dan Afrika mengikuti acara ini di lokasi pengungsian, gedung eks Kodim, Jalan Bedugur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (15/7/2019). Mereka terlihat antusias menjawab pertanyaan yang diajukan oleh petugas Puskesmas.


Anak-anak tersebut diajari cara mencuci tangan yang benar, mulai membasahi tangan dengan air, menggunakan sabun, hingga membilasnya. Setelah penyuluhan, anak-anak tersebut diminta mempraktikkannya. Anak-anak yang sudah mencuci tangan juga diberi hadiah makanan ringan.

"Kami dari Puskesmas Kecamatan kalideres. Kami mengajari anak-anak pengungsi di sini gimana caranya hidup bersih. Dari yang paling dasar, dimulai dari cuci tangan dulu," ujar petugas bidang promosi kesehatan Puskesmas Kalideres, Yolanda Sarlina, kepada wartawan.

Cegah Penyakit, Anak Pencari Suaka Kalideres Dapat Penyuluhan Cuci TanganPuskesmas Kalideres memberikan edukasi kepada anak-anak para pencari suaka tentang hidup sehat selama di pengungsian. (Adhi Indra/detikcom)

Yolanda menjelaskan penyuluhan belajar mencuci tangan ini hanya permulaan. Nantinya, anak-anak para pencari suaka akan diberi lagi edukasi mengenai kesehatan lainnya.

"Nanti bisa ada penyuluhan yang lain. Untuk sekarang awalnya saya mengajarkan cuci tangan. Selanjutnya bisa yang lain, seperti tentang diare atau perilaku hidup bersih sehat, atau yang lain," ujar Yolanda.


Dalam penyuluhan selama sekitar 20 menit tersebut, Yolanda menyebut bahasa menjadi kendala utama agar anak-anak tersebut mengerti instruksinya. Sebab, tidak semua anak mengerti bahasa Inggris.

"(Kendalanya) bahasa, ya. Karena tidak semua mengerti bahasa Inggris. Saya bisa bahasa Inggris tapi mereka tidak semuanya, jadi saya minta bantuan untuk translate ke bahasa mereka," ucap Yolanda.

Simak Video "Pencari Suaka Huni Trotoar Kebon Sirih: Tolong, Bantu Kami"
[Gambas:Video 20detik]

(idh/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com