Umat Islam Diimbau Salat Gerhana Bulan Sebelum Tarawih
Minggu, 16 Okt 2005 17:04 WIB
Jakarta -
Hisab (perhitungan) yang dilakukan para ahli falakiyah NU juga menunjukkan bahwa 17 Oktober 2005 akan terjadi gerhana Bulan di seluruh wilayah Indonesia. Umat Islam diimbau melaksanakan salat gerhana sebelum salat tarawih. Ketua Lajnah Falakiyah NU (LFNU) KH Ghozalie Masroeri menjelaskan bahwa gerhana tersebut akan terjadi antara pukul 18.34 - 19.30 WIB. "Namun ini bukan gerhana total karena seluruh piringan bulan tidak menyelinap dalam bayangan Matahari," tandas Ghozalie seperti rilis yang dikirimkan NU Online kepada detikcom, Minggu (16/10/2005). Gerhana bulan terjadi karena posisi Bulan masuk ke bayangan Bumi sehingga cahaya Matahari menjadi terhalang. Ketiga benda angkasa tersebut berada dalam posisi satu garis. Gerhana Bulan sebagian berlangsung lebih cepat dibandingkan gerhana Bulan total. Ghozalie mengimbau umat muslim untuk membaca takbir dan berdoa saat melihat gerhana itu. "Kemudian setelah itu, dirikanlah salat gerhana yang salah satu rukunnya ada khutbahnya dua kali seperti salat Jumat. Juga dianjurkan bersedekah, ini hadist rasulullah," papar dia.Karena gerhana terjadi bersamaan dengan waktu salat tarawih, Ghozalie menganjurkan masyarakat mendahulukan salat garhana dahulu. Ini disebabkan salat gerhana hanya dapat dilakukan saat gerhana masih berlangsung."Salat gerhana didahulukan. Begitu selesai salat maghrib, ada yang ditugaskan untuk mencermati gerhana, begitu mulai gerhana, segera salat dua rakaat, dilanjutkan khutbah dua kali seperti salat Jumat. Kalau sudah hilang gerhananya, sudah tidak ada perintah untuk salat lagi," imbuhnya.Menurut dia, gerhana Bulan sangat mudah dilihat dengan mata telanjang, karena terjadi saat purnama. "Gerhana terjadi di ufuk barat di titik selatan. Yang penting asal tidak mendung atau hujan pasti kelihatan," imbuhnya. Di daerah Gresik, LFNU juga akan memantau gerhana dengan teropong yang selanjutnya akan ditayangkan melalui layar.Tema-tema khutbah yang dapat disampaikan dalam salat gerhana adalah tentang peningkatan iman, mengagungkan Allah, bertaubat, anjuran bersedekah atau tema lain yang relevan dengan situasi masyarakat. "Gerhana merupakan salah satu bukti tanda kekuasaan Allah, jadi perlu bertakbir. Jadi tidak sama dengan anggapan jahiliyah bahwa gerhana kaitannya dengan orang besar meninggal dunia," ungkapnya. Tentang anjuran melaksanakan sedekah, Ghozalie menjelaskan bahwa dalam al Quran diterangkan bahwa malam, siang, merupakan salah satu tanda bukti keberadaan Allah dan kebesaran Allah. Dengan demikian orang harus merasa kecil.
(asy/)










































