detikNews
Senin 15 Juli 2019, 10:42 WIB

Mardani Serukan Oposisi, PKS: Sikap Resmi Belum Ditentukan

Danu Damarjati - detikNews
Mardani Serukan Oposisi, PKS: Sikap Resmi Belum Ditentukan Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin (DPP PKS)
Jakarta - Politikus PKS Mardani Ali Sera bersemangat menginginkan partainya menjadi oposisi terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin 2019-2024. Namun, PKS sendiri menegaskan belum ada sikap resmi hingga kini.

"Kami belum bisa berbicara terlalu jauh terkait sikap politik PKS pasca-Pilpres, karena sikap resmi baru akan ditentukan saat sidang Majelis Syuro PKS," kata Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Senin (15/7/2019).



Sidang Majelis Syuro PKS rencananya akan digelar setelah Idul Adha, sebagaimana yang pernah disampaikan Mardani. Kembali ke Suhud, dia menjelaskan PKS kini berharap iklim demokrasi tetap terjaga.

"Mengingat sebagian besar partai sudah menyatakan bergabung dengan pemerintah," kata Suhud.



Sebelumnya, PKS bersama Gerindra dan PAN merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Kini Koalisi Indonesia Adil Makmur pendukung Prabowo-Sandi telah menyatakan diri bubar. Yang terbaru, Prabowo bahkan bertemu Jokowi di Stasiun MRT Senayan, Sabtu (13/7) kemarin.

"Kami memandang pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi sebagai pertemuan biasa saja. Setelah koalisi Pilpres dibubarkan. masing-masing partai dipersilakan menentukan sikap secara mandiri," kata Suhud.

Mardani yang merupakan Ketua DPP PKS kini terus menyerukan dukungan agar PKS menjadi partai oposisi. Dihubungi terpisah, Mardani bahkan mengapresiasi Jokowi yang menyatakan bahwa oposisi itu juga mulia.

"Apresiasi Jokowi yang justru menyatakan perlu oposisi. Karena itu (tagar) Kami Oposisi itu baik dan mulia, dan tetap bisa kerja sama dengan pemerintahan yang membela rakyat," kata Mardani.



Sebelumnya di pidato Visi Indonesia, Jokowi berbicara soal oposisi. Dia mempersilakan pihak-pihak menjadi oposisi dengan sejumlah catatan.

"Dalam demokrasi, dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh, mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh, menjadi oposisi itu juga sangat mulia," kata Jokowi di acara itu, digelar di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) tadi malam.

"Silakan jadi oposisi asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam, kebencian, apalagi disertai hinaan, cacian, makian. Bapak ibu, kita ini memiliki norma-norma agama, memiliki etika ketimuran memiliki budaya yang luhur, kita harus ingat ini. Pancasila adalah rumah kita bersama. Sebangsa setanah air tak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila," tutur Jokowi.




Simak Video "PKS Targetkan 100 Hari Untuk Melihat Kinerja Kabinet Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com