Prabowo Siap Bantu, Jokowi Bicara Pentingnya Bersatu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 15 Jul 2019 10:29 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala bertemu di MRT. Sedangkan Jokowi berbicara tentang pentingnya bersatu dalam acara Visi Indonesia. Bagaimana isi pernyataan penting dua tokoh bangsa ini?

Awalnya, Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Jokowi pada Sabtu (13/7/2019). Prabowo pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden terpilih 2019-2024.

"Ada yang bertanya, kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat ke Pak Jokowi. Saya katakan, saya ini, bagaimanapun, ada ewuh pakewuh, ada tata krama. Saya maunya ucapkan selamat secara terbuka," kata Prabowo di stasiun MRT Senayan.



Prabowo juga mengatakan minta maaf jika kerap mengkritik jalannya pemerintahan. Dia menyebut ini sebagai salah satu bentuk demokrasi.

"Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, saling kritik, itu tuntutan politik. Tuntutan demokrasi. Sesudah kompetisi, bertarung keras, tapi dalam rangka keluarga besar RI. Kita sama-sama anak bangsa, patriot, berbuat baik bagi bangsa," katanya.

Kendati demikian, Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi. Dia juga menyatakan siap membantu pemerintahan Jokowi.

"Selamat tambah rambut putih. Menjadi presiden mengabdi, masalah yang beliau pikul besar, kami siap bantu," imbuhnya.



Sementara itu, dalam acara Visi Indonesia yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019) pukul 20.00 WIB, Jokowi berbicara banyak tentang pentingnya bersatu.

Jokowi mengatakan tiap rupiah yang keluar dari APBN mesti dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Tetapi dia mengingatkan hal ini bisa terwujud jika bersatu.

"Setiap rupiah yang keluar dari APBN harus memberikan manfaat untuk ekonomi, rakyat, dan kesejahteraan. Namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi besar hanya akan terwujud jika kita bersatu, optimistis, percaya diri," kata Jokowi.

Jokowi kembali menegaskan persatuan merupakan perangkat utama untuk menjalankan sebuah negara. Persatuan jadi modal untuk menjadi negara kuat.

"Kita harus yakin kita bisa jadi salah satu negara terkuat di dunia. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah perangkat utama. Hanya dengan bersatu kita jadi negara kuat," ujar pria asal Solo ini.



Jokowi pun mengakui peran mulia oposisi mulia. Namun oposisi tak boleh hanya berisi denda dan caci maki. Karena itu, Jokowi tak akan segan kepada siapa pun yang mempermasalahkan Pancasila.

"Yang mempermasalahkan, yang mempermasalahkan Pancasila, tidak ada lagi orang Indonesia yang tak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika, tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran, tidak menghormati agama lain. Ideologi kita adalah Pancasila. Rukun itu indah, bersaudara itu indah, bersatu itu juga indah, bersatu itu indah. Saya yakin kita semua berkomitmen berdemokrasi yang berkeadaban yang menjunjung tinggi martabat Indonesia yang membawa menjadi Indonesia maju adil dan makmur," tuturnya.


Sandi ke Pendukung yang Kecewa: Jangan Marah ke Prabowo dan Saya

Simak Video "Direktur Indo Barometer Bicara Kans AHY-Moeldoko di Pilpres 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(rdp/imk)