detikNews
Senin 15 Juli 2019, 07:51 WIB

PAN Sepakat dengan Amien Rais soal Lonceng Kematian Demokrasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
PAN Sepakat dengan Amien Rais soal Lonceng Kematian Demokrasi Saleh Partaonan Daulay (Foto: dok. pribadi)
FOKUS BERITA: Jokowi-Prabowo Bertemu
Jakarta - PAN sepakat dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang meminta parpol koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap berada di luar pemerintahan karena khawatir demokrasi tidak sehat bila tidak ada oposisi. PAN menilai harus ada kontrol terhadap pemerintahan dalam negara demokrasi.

"Dalam konteks itu, Pak Amien tentu sangat benar. Tidak perlu semua parpol yang ada bergabung bersama pemerintah. Harus ada yang di luar. Itu adalah bagian dari panggilan," kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Minggu (14/7/2019).


Menurut Saleh, jika semua partai bergabung dalam pemerintahan, semuanya harus mengikuti apa kata presiden. Padahal Saleh menilai presiden juga butuh pandangan berbeda sebagai pembanding.

"Kalau semuanya masuk, berarti semuanya harus ikut apa kata presiden. Padahal, secara objektif, presiden juga butuh pandangan yang berbeda. Butuh pendapat lain sebagai pembanding," ujarnya.

Terkait ajakan anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo untuk tetap berada di luar pemerintahan maupun seruan #KamiOposisi dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, kata Saleh, kader PAN akan mendengarkan nasihat Amien Rais. Menurutnya, PAN cenderung akan mengambil sikap sebagai oposisi.

"Saya yakin bahwa seluruh kader PAN akan mendengar nasihat Amien Rais, termasuk dalam menentukan sikap dan langkah politik ke depan. Dengan begitu, kecenderungan PAN mengambil sikap oposisi dapat dibenarkan," ungkap Saleh.

"Nada dan sinyalnya sudah ada. Tetapi kan perlu diformalkan melalui mekanisme di partai. Itu nanti dilakukan di dalam rakernas," imbuhnya.


Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meminta parpol koalisi 02 tetap berada di kubu oposisi. Jika koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga bergabung ke pemerintahan Jokowi, Amien menyebut itu sebagai pertanda matinya demokrasi.

"Kalau pada bergabung, nanti tak ada lagi yang mengawasi, nanti suara DPR sama dengan suara eksekutif, itu pertanda lonceng kematian demokrasi, di mana-mana seperti itu," kata Amien kepada wartawan di kediamannya di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (13/7).

Dradjad juga menaruh harapan terkait masa depan partai-partai yang mengusung Prabowo pada Pilpres 2019. Dradjad berharap Gerindra, PAN, dan PKS tetap beroposisi.

"Setelah pertemuan Pak Jokowi-Mas Prabowo, saya berharap Gerindra, PAN, dan PKS tetap konsisten menjadi oposisi. Karena, sebagai bangsa, kita perlu bersama-sama membangun demokrasi yang kuat dan sehat. Ini membutuhkan oposisi yang bisa menawarkan opsi-opsi kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat," jelas Dradjad.


Kalau Prabowo Gabung Jokowi, Amien Rais: Lonceng Kematian Demokrasi

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Sebut Negara Diurus Amatiran, Amien: Rezim Ini Tidak Bertahan Lama "
[Gambas:Video 20detik]

(azr/dnu)
FOKUS BERITA: Jokowi-Prabowo Bertemu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com