detikNews
Senin 15 Juli 2019, 03:45 WIB

Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di Pakistan

Danu Damarjati - detikNews
Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di Pakistan Roadshow diplomasi ekonomi KBRI Islamabad di Pakistan. (Dok KBRI Islamabad)
Islamabad - Diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesai (KBRI) Islamabad blusukan dalam rangka memetakan strategi ekspor Indonesia ke Pakistan. Dua daerah yang menjadi tempat blusukan ini dikenal sebagai daerah yang belum tergarap oleh diplomasi ekonomi KBRI.

Sebagaimana keterangan pers KBRI Islamabad, Senin (15/7/2019), dua daerah yang menjadi tempat blusukan adalah Gujranwala dan Sialkot di Provinsi Punjab. Jarak tempuh dua kota itu minimal tiga jam perjalanan darat.

"Bertemu dengan pelaku usaha di daerah yang kurang tergarap sebelumnya penting dilakukan guna menambah wawasan bagi strategi peningkatan diversifikasi ekspor produk Indonesia di Pakistan," ujar Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri.



Roadshow ini digelar pada 11 hingga 13 Juli kemarin. Pihak KBRI Islamabad juga menyebarluaskan informasi dan undangan pihak Pakistan setempat untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 Tahun 2019.

Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di PakistanFoto: Roadsho diplomasi ekonomi KBRI Islamabad di Pakistan. (Dok KBRI Islamabad)

"Kami mengundang para pengusaha untuk menggali potensi ekonomi Indonesia dengan menghadiri TEI pada 16-20 Oktober 2019," kata Iwan.



Para pebisnis Gujranwala dan Sialkot yang tergabung dalam Kadin Gujranwala, Surgical Instruments Manufacturers Association of Pakistan (SIMAP) dan Kadin Sialkot, antusias dan berminat mengikuti pameran tersebut. TEI 2019 akan dijadikan sebagai ajang interaksi dengan kalangan bisnis Indonesia, sekaligus untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kapasitas ekonomi Indonesia.

Pada saat yang sama mereka juga akan menjajaki potensi bisnis yang belum tergarap maksimal termasuk mengenalkan produk unggulan asal
Gujrawala dan Sialkot seperti alat bedah, alat masak, alat olah raga, kipas angin, jaket kulit, dan sarung tangan. Untuk mengamati secara langsung kapasitas produksi yang dihasilkan kedua kota tersebut, Dubes RI mengunjungi pabrik pembuatan alat bedah Surgicon Pvt Ltd, dan alat memasak Casio Metal Pvt Ltd.

Para pelaku usaha kedua kota tersebut sepakat dengan Dubes RI untuk terus meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara yang berkesinambungan.

Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di PakistanFoto: Roadsho diplomasi ekonomi KBRI Islamabad di Pakistan. (Dok KBRI Islamabad)

"Hal yang menyangkut perdagangan bilateral tidak dapat dilihat dari sekedar siapa yang meraih surplus atau defisit. Di atas itu, kesinambungan perdagangan dan kontribusinya bagi kegiatan ekonomi suatu negara menjadi lebih penting," ujar Iwan menanggapi pengurus Kadin Sialkot.

Dalam kunjungan ke dua kota tersebut, para pelaku usaha setempat juga sama-sama ingin membuka pasar bagi produk industri berskala besar Pakistan seperti alat bedah dan alat olah raga, selain komoditas pertanian yang telah lama masuk.

"Kami juga mendukung terjalinnya joint venture pada produksi alat berat baik di Indonesia maupun Pakistan," terang Vice Presiden Kadin Gujranwala, Mustifa Shakil.

Kondisi keamanan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir semakin membaik. Geliat aktivitas ekonomi juga lebih tampak dinamis, terlebih dengan realisasi mega proyek China Pakistan Economic Corridor (CPEC), dan seiring rencana menjadikan Pakistan sebagai hub bisnis kelapa sawit Indonesia ke Asia Tengah dan Timur Tengah.

"Peluang ini harus ditangkap oleh stakeholder Indonesia dengan melihat Pakistan sebagai pasar non tradisional produk Indonesia yang menjanjikan," tutup Dubes Iwan Amri.




Simak Video "Bus di Pakistan Tabrak Bukit, 22 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/azr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com