Ingin Jadi Seleb, Puluhan Orang Tertipu PH Palsu
Minggu, 16 Okt 2005 13:53 WIB
Semarang - Punya cita-cita jadi seleb atau artis tentu boleh-boleh saja. Tapi jangan lantas gelap mata, kalau tidak ingin rugi besar. Inilah yang dialami puluhan orang yang tertipu PH (Production House) palsu di Kudus, Jawa Tengah. PH palsu itu bernama Marendra Entertainment Production dan beralamat di Jalan Ganesha, Kudus. Pemiliknya adalah Yoga Siandy. Bersama dengan tim produksinya, Yoga berhasil mengelabui puluhan orang yang berasal dari Kudus, Jepara, Semarang, dan Yogya.Untuk meyakinkan korban, Yoga membuat agensi yang bisa dihubungi. Salah satu agensi yang cukup terpercaya adalah Reds Studio yang beralamat di Jalan Wates KM 3,8 Yogyakarta. Sementara, agensi lain hanya berupa nomor kontak personal.Menurut salah satu korban, Waskito Pambudi, aksi Yoga terhitung sangat bagus. "Yang dia lakukan seperti PH sungguhan. Ada casting, syuting, dan lain-lain. Akhir-akhir ini saja dia menunjukkan gelagat buruk," kata dia ketika jumpa pers di Hotel Bali, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Minggu (16/10/2005).Budi--demikian panggilan Waskito Pambudi-- menceritakan, dia sudah beberapa kali syuting di Semarang dan Kudus. Menurut Yoga, sinetron yang diproduksinya akan ditayangkan di Trans TV atau Indosiar. Judulnya, Rembulan di Kampung Kali."Satu episode sudah selesai. Tapi memasuki episode kedua, dia (Yoga) mengulur-ulur terus. Ketika kami konfirmasi, dia menghilang," lanjut remaja asal Semarang ini.Korban lain, Siti Widiati, menambahkan Yoga menarik uang sebagai biaya produksi. Besarnya bervariasi. Ada korban yang diharusnya menyetor hitungan ratusan ribu, ada pula yang puluhan juta rupiah. "Kalau saya cuma satu jutaan," kata dia singkat.Selain sinetron, lanjut Siti, Yoga mengaku menggarap iklan air suplemen dan rekaman lagu. Sejumlah orang sudah diseleksi sebagai talent-nya. Untuk korban yang satu ini, orang diharuskan menyetor lebih banyak."Bisa puluhan juta. Bahkan, kalau untuk rekaman, orang ditarik seratusan juta. Denger-denger, dia (Yoga) sudah dapat Rp 400 juta dari penipuan ini," imbuh Siti.Setelah berkumpul di Hotel Bali, sejumlah korban melapor ke Polda Jateng. Ada yang berangkat dengan didampingi aktivis PBHI Yogya Guntur, ada pula yang berangkat sendiri. Mereka ingin uang uangnya kembali. Bukan ingin jadi seleb lagi?
(asy/)











































