Disdik Sumsel Investigasi SMA Taruna Palembang: Jika Melanggar, Izin Dicabut

Raja Adil Siregar - detikNews
Minggu, 14 Jul 2019 13:21 WIB
SMA Taruna Indonesia di Palembang (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan mengatakan telah memulai investigasi perihal kematian siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Delwyn Berli (14), yang meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS di sekolah. Jika terbukti ada pelanggaran, Disdik akan mencabut izin SMA Taruna Indonesia.

"Saya sudah wanti-wanti agar tidak ada kekerasan fisik ataupun mental kepada siswa selama MOS. Kami sudah mulai investigasi, andai kata ini melanggar ya bisa kita cabut izinnya (sekolah)," kata Kadisdik Sumsel Widodo saat dimintai konfirmasi, Minggu (14/7/2019).


Selain melakukan investigasi kurikulum, Disdik menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian. Hal itu menjadi bukti bahwa Disdik serius menangani kasus yang menimpa Delwyn.

"Kalau kekerasan ini melanggar pidana, ya, kita serahkan ke polisi. Bukan hanya perorangan, tapi apakah ini dilakukan di luar kewajaran karena dari aturan harus mendidik, tidak boleh menakut-nakuti," katanya.

Widodo mengatakan hasil investigasi nantinya akan disampaikan setelah semua proses selesai. Dia pun menegaskan tidak akan memberikan toleransi jika pihak sekolah melanggar kurikulum selama pendidikan.

"Kita akan sampaikan hasil investigasi di sekolah tersebut besok. Investigasi kita ke kurikulum, kalau terbukti melanggar ya dicabut izin sekolahnya, itu bisa," kata Widodo.


Untuk diketahui, Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) malam.

Melihat kondisi korban kejang, panitia pun langsung membawa korban ke RS Myria. Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ibu kandung korban, Berce (41), yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Dalam laporan itu, Berce melihat banyak luka lebam di tubuh korban.

Simak Video "Heboh! Perawat RS di Palembang Dianiaya Keluarga Pasien"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/mae)