detikNews
Minggu 14 Juli 2019, 13:14 WIB

Warga Terganggu Pencari Suaka, Ketua RT: Ada yang Tidur di Emperan Ruko

Rolando - detikNews
Warga Terganggu Pencari Suaka, Ketua RT: Ada yang Tidur di Emperan Ruko Foto: Kondisi pencari suaka di eks gedung Kodim Jakarta Barat (Rolando/detikcom)
Jakarta - Pencari suaka yang sempat menginap beberapa hari di trotoar Jalan Kebon Sirih kini menempati gedung Kodim Jakarta Barat. Warga sekitar disebut terganggu dengan penggunaan eks gedung Kodim tersebut.

"Kalau yang menolak terus terang itu dari aspirasi masyarakat bukan dari saya. Ini semuanya warga yang menolak. Memang kalau menurut saya sendiri kita bukan menolak pengungsinya. Cuma penolakan untuk penempatan aja," kata Ketua RT 05 RW 17 Perumahan Daan Mogot, Jantoni, kepada wartawan, di kediamannya, Jalan Tampaksiring, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (14/7/2019).




Jantoni menjelaskan alasan ketidaksetujuan warga. Salah satu alasannya yakni ada sejumlah pencari suaka yang justru berkeliaran di malam hari hingga tidur di teras ruko warga.

"Masalahnya waktu hari pertama sudah ada warga yang naik mobil, di ketuk-ketuk. Katanya cuma di dalam tapi pada keluar. Malah ada yang duduk dan tidur di emperan ruko. Saya bisa ngomong karena kontrol dan lihat sendiri," terang Jantoni.

Para warga, sebut Jantoni, awalnya tidak mengira eks gedung Kodim Jakarta Barat akan diisi para pencari suaka. Warga mengira personel TNI yang akan di pindah ke gedung tersebut.

"Masyarakat pertama nggak tahu dikira Kodim Grogol pindah ke sini. Masyarakat sudah senang. Tapi ternyata malam hari baru tahu kalau itu buat pengungsi. Besoknya baru pengungsi masuk ke situ," jelasnya.




Penolak tersebut pun dijelaskan Jantoni sebagai aspirasi warga. Dia tidak bisa menahan jika warga menyampaikan aspirasi lebih besar.

"Ini kan aspirasi warga. Sekarang warga adem ayem, saya minta dengan pemerintah yang punya wewenang di pengungsi coba cari jalan keluar. Saya nggak bisa membendung kalau sampe warga sudah mau unjuk rasa ke lapangan," harapnya.

Sementara itu, Lurah Kalideres Muhammad Fahmi mengaku sudah menjelaskan sejak awal bahwa pencari suaka akan ditempatkan di eks gedung Kodim Jakarta Barat. Fahmi menyebut pihak RT dan RW setempat merespons positif.

"Abang simak kalimatnya, kita memberi tahu bukan rapat, bahwa ini akan ada pengungsi dan jawaban mereka ya saya kira RT kan merespons apa yang disampaikan warga kan. Kalo RT RW itu hanya iya, nanti kita sampaikan ke warga," kata Fahmi saat ditemui di lokasi.




Untuk pencari suaka yang berkeliaran, Fahmi mengaku sudah mengantisipasi sejak awal. Fahmi mengatakan pagar gedung juga akan digembok.

"Saya sudah jelaskan ke teman-teman yang lain. Kita lakukan sosialisasi kembali ke warga sudah kita lakukan. Kedua, memberikan pemahaman kepada WNA untuk tidak berkeliaran, kita juga gembok. Ini juga kita spanduk pemberitahuan," tutur Fahmi.

Sebelumnya, warga Daan Mogot, Jakarta Barat, membuat spanduk penolakan untuk pencari suaka yang saat ini ditampung di Kalideres, Jakarta Barat. Spanduk itu disebar di sepanjang jalan menuju pengungsian pencari suaka itu.

"Kami warga komplek Daan Mogot Baru, menolak tempat penampungan imigran di komplek kami," tulis spanduk itu.

Simak Video "Nestapa Para Pelarian Perang, Hidup dari Belas Kasih di Trotoar"
[Gambas:Video 20detik]

(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com