Korban Tembak Saat Kerusuhan Kemayoran Dibawa ke RSCM
Minggu, 16 Okt 2005 12:11 WIB
Jakarta - Faisal (16) yang menjadi korban penembakan peluru nyasar aparat kepolisian saat membubarkan tawuran di Kemayoran, Jakarta Pusat, kini dilarikan ke RSCM. Faisal dibawa ke RSCM, karena di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso tidak ada dokter bedah yang jaga."Kita berikan alternatif ke RSCM, karena dokter bedah di sini sedang libur, tidak stand by," kata salah seorang dokter jaga di RSPI saat ditemui detikcom, Minggu (16/10/2005). Di RSPI, Faisal hanya sempat diperiksa ringan dan dirontgen. "Kondisi terakhir, si pasien dalam kondisi baik. Hasil rontgen tidak ada kelainan," kata dokter tersebut. Faisal tiba di RSPI sekitar pukul 09.30 WIB, dengan kondisi peluru masih bersarang di paha kaki kanannya. Sebelum dibawa ke RSPI, Faisal sempat ditangani di Medical Center Sunter. Setelah luka tembaknya dibersihkan oleh dokter jaga, Faisal dirujuk ke RSPI dengan harapan agar dilakukan operasi pengeluaran peluru. Namun, dokter bedah di RSPI tak ada. Akhirnya, keluarganya membawa Faisal ke RSCM. Faisal dengan ditemani keluarga dan teman-temannya meninggalkan RSPI sekitar pukul 11.00 WIB. Faisal dilarikan dengan menggunakan mobil pribadi yang dibawa teman-temannya, tidak menggunakan ambulans. Faisal terkena tembakan timah panas di paha kaki kanan saat polisi membubarkan tawuran di Kemayoran, Minggu (16/10/2005) pukul 06.00 WIB. Tawuran antara pemuda Kemayoran dan Sunter itu terjadi berawal dari perang petasan yang berlanjut dengan perang batu dan senjata tajam. Dalam tawuran itu, massa malah menyerang aparat kepolisian yang melerai mereka. Aparat pun menembakkan tembakan peringatan tiga kali agar massa kedua kubu membubarkan diri. Namun, salah satu kelompok massa malah menangkap salah satu aparat polisi. Dan menurut salah seorang saksi mata, Wili, untuk membebaskan rekannya itu, aparat polisi menembak ke arah pelaku. Namun, peluru nyasar ke kaki Faisal. Faisal mengaku tidak terlibat tawuran tersebut. Saat itu, dia mengaku bersama teman-temannya sedang berjalan pagi. Namun, saat itu, tiba-tiba ada tembakan yang mengenai kakinya.
(asy/)











































