detikNews
Minggu 14 Juli 2019, 05:30 WIB

Warga Tolak Pencari Suaka, Kadinsos DKI Ingatkan soal Kemanusiaan

Haris Fadhil - detikNews
Warga Tolak Pencari Suaka, Kadinsos DKI Ingatkan soal Kemanusiaan Spanduk penolakan pencari suaka (Foto: Jefrie-detikcom)
Jakarta - Warga salah satu perumahan di Daan Mogot, Jakarta Barat (Jakbar) memasang spanduk penolakan terhadap keberadaan penampungan pencari suaka di dekat wilayah mereka. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, mengingatkan warga soal aspek kemanusiaan.

"Yang dilakukan oleh pemerintah ini kan aspek kemanusiaan sesungguhnya. Karena kemanusiaan kita coba memposisikan kalau kita berada pada seperti mereka itu. Siapa coba yang senang berada di negara orang lain dengan ketidakpastian, itu yang saya berharap semua bisa memaklumi kondisinya," kata Irmansyah, Sabtu (13/7/2019) malam.



Dia mengatakan telah melihat spanduk penolakan tersebut secara langsung. Irmansyah menyebut penolakan itu merupakan hak warga, namun dia mengimbau warga bisa membantu para pencari suaka tersebut sebagai sesama manusia.

"Ada spanduk dan sebagainya itu bagian daripada hak untuk menyampaikan pendapat ya saya pikir silakan saja, dari sisi pribadi ya, kita pun tidak melarang itu. Tapi yang kita mengimbau sesama manusia tentu kita harus bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Walaupun bukan satu, katakanlah tidak satu kewarganegaraan dengan kita, tapi sebagai sesama manusia kita harus memahami," ucapnya.

Irmansyah juga menjelaskan alasan pihak Pemprov DKI belum memberi sosialisasi yang memadai kepada warga sebelum menempatkan para pencari suaka ke lokasi itu. Dia mengatakan pemindahan dilakukan secara darurat dan tiba-tiba.



"Ini satu hal yang bisa dianggap sebagai keadaan darurat ya. Mereka dipindahkan dari Jalan Kebon Sirih walau akhirnya bertambah-bertambah tapi ini bisa dikatakan darurat gitu. Oleh karenanya, barang kali proses sosialiasi itu kan bisa kita lakukan setelah ada di sana, dikomunikasikan," ucapnya.

Dia menyebut pihak Pemprov DKI terbuka untuk berdiskusi terkait permasalahan yang ada. Irmansyah juga mengatakan telah membuat aturan agar para pencari suaka tidak boleh keluar dari lokasi penampungan setelah pukul 17.00 WIB. Penjagaan akan dilakukan oleh petugas.

Irmansyah kemudian menyatakan posisi Dinsos DKI adalah untuk membantu pelayanan dasar para pencari suaka. Namun, dia menyebut penanganan nasib para pencari suaka ini sebenarnya berada pada pemerintah pusat dan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).

"Kita ini kan kebijakan dari Pak Gubernur, Pak Sekda, kemudian yang melakukan komunikasi juga kepada tingkat pusat itu adalah Kesbangpol. Posisi Dinas Sosial adalah ketika berada di lokasi kami memberi pelayanan dasar, kebutuhan dasar mereka sebaik mungkin," jelasnya.

"Sesungguhnya mereka itu lebih kepada posisi yang menjadi tanggung jawab dari pemerintah pusat, kita supporting untuk itu. Artinya bagaimana dengan UNHCR, dengan Kemlu, dengan yang lainnya, dengan keimigrasian bagaimana mengatasinya," sambungnya.



Jumlah para pencari suaka di Kalideres ini sendiri disebutnya sudah berkurang dibanding hari-hari awal mereka dipindahkan. Dia menduga ada pencari suaka yang keluar karena sudah ada tempat tinggal sementara di lokasi lainnya.

Sebelumnya, warga ramai-ramai membuat spanduk penolakan karena pencari suaka yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat. Setidaknya ada 10 spanduk yang disebar warga ke beberapa lokasi di sekitar Jakarta Barat.

"Kami warga kompleks Daan Mogot Baru, menolak tempat penampungan imigran di komplek kami," tulis spanduk itu.

Salah satu pencari suaka, Muhammad (24) asal Afghanistan mengaku tahu soal penolakan warga setempat terkait kedatangan rombongan mereka yang menempati bekas Gedung Kodim Jakarta Barat. Muhammad juga berjanji akan mematuhi aturan yang diberikan Pemprov dan warga sekitar, asal mereka diberi izin tinggal sementara di sana.


Dipindahkan dari Kebon Sirih, Pencari Suaka: Kami Senang:

[Gambas:Video 20detik]

Warga Tolak Pencari Suaka, Kadinsos DKI Ingatkan soal Kemanusiaan




Simak Video "Terpenjara dalam Asa Pencari Suaka"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com