detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 20:24 WIB

Ada Penolakan Warga, Dinsos DKI Batasi Jam Keluar Pencari Suaka

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Ada Penolakan Warga, Dinsos DKI Batasi Jam Keluar Pencari Suaka Kadinsos DKI Jakarta Irmansyah (Foto: Jefrie detikcom)
Jakarta - Pencari suaka yang mengungsi di eks Gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat mendapat penolakan dari warga. Dinas Sosial DKI membuat aturan untuk membatasi jam keluar pencari suaka itu.

"Kalau nggak salah, tadi saya dapat laporan bahwa pukul 17.00 WIB, tidak boleh keluar (area pengungsian), itu kan beda dengan kemarin, kalau sekarang, sudah satu dua secara perlahan. Kita butuh waktu untuk menyampaikan kepada mereka hal-hal yang kaitannya dengan tata tertib. Insya Allah sih ke depannya, ini sudah mulai bergerak semua, dari Kementerian Kemenkum HAM khususnya, di Imigrasi pun nanti akan membantu kami untuk bagaimana tata tertibnya," ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (13/7/2019).

Irman mengatakan beberapa pencari suaka sudah mulai memahami tata tertib yang dibuat untuk menghormati warga. Dia mengatakan saat ini Pemprov khususnya Dinsos secara perlahan sudah mulai membangun komunikasi dengan para pencari suaka.

"Diminta untuk pukul 17.00 WIB jangan keluar melalui beberapa koordinator mereka, mereka memahami. Bahwa satu dua ya (ada yang keluar) samalah, namanya manusia kan butuh waktu mereka harus paham. Mereka juga akan kasih tahu ke teman-temannya begini-gini. Nah inilah masa-masanya kita memang bangun komunikasi yang baik," katanya.

Dia juga berpesan agar warga yang menolak pencari suaka juga memikirkan keadaan pencari suaka saat ini. Meski begitu, dia tetap menghormati setiap masukan-masukan dari warga.

"Kita ambil hikmahnya saja, dan secara spiritual jadikan tempat ini untuk ladang amal. Kalau saya sih lihatnya jadi jalanin saja. Bahwasanya ada seperti itu (penolakan), itu hak mereka juga, silakan saja," ucapnya.

Irman juga memastikan pihaknya akan memberi bantuan selama 7 hari saja. Untuk kelanjutannya, dia masih menunggu arahan dari Kemenko Polhukam.

Selama 7 hari ini, Irman mengatakan Dinsos DKI telah memberikan bantuan seperti makanan hingga obat-obatan. Di sana, juga sudah disiapkan posko kesehatan jika ada keadaan darurat, posko itu juga bisa langsung bertindak.

Sebelumnya, warga ramai-ramai membuat spanduk penolakan karena pencari suaka yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat. Setidaknya ada 10 spanduk yang disebar warga ke beberapa lokasi di sekitar Jakarta Barat.

"Kami warga kompleks Daan Mogot Baru, menolak tempat penampungan imigran di komplek kami," tulis spanduk itu.

Salah satu pencari suaka, Muhammad (24) asal Afghanistan mengaku tahu soal penolakan warga setempat terkait kedatangan rombongan mereka yang menempati bekas Gedung Kodim Jakarta Barat. Muhammad juga berjanji akan mematuhi aturan yang diberikan Pemprov dan warga sekitar, asal mereka diberi izin tinggal sementara di sana.

"Kita juga tinggal di sini menghargai dengan peraturan pemerintah lokal di sini, kita nggak bikin masalah untuk warga di sekitar kita. Karena ada pengungsi pindah ke sini, kita tahu warga lokal di sini bingung. Dari mana ini (pencari suaka), dan mau sampai kapan. Tapi, kita akan hati-hati, akan menghargai semua peraturan, dan menghormati warga di sekitar kita," kata Muhammad.




Simak Juga 'Dipindahkan dari Kebon Sirih, Pencari Suaka: Kami Senang':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Pencari Suaka Huni Trotoar Kebon Sirih: Tolong, Bantu Kami"
[Gambas:Video 20detik]

(zap/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com