detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 17:43 WIB

FPI Sebut RI Minta Saudi Cegah Habib Rizieq, Ini Kata Kemlu

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
FPI Sebut RI Minta Saudi Cegah Habib Rizieq, Ini Kata Kemlu Habib Rizieq Syihab (Foto: detikcom)
Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut otoritas Indonesia meminta otoritas Arab Saudi untuk mencegah Habib Rizieq Syihab. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengaku baru mendengar terkait informasi tersebut.

"Saya hanya bisa bilang saya baru dengar hal itu, saya baru dengar soal hal itu. Saya tidak bisa mengkonfirmasi apa pun, mungkin orang sangat mudah mengatasnamakan satu hal," kata Plt Juru Bicara Kemlu, Faizasyah, saat dihubungi, Sabtu (13/7/2019).



Munarman mengatakan permintaan otoritas Indonesia ke otoritas Saudi itu melalui jalur diplomatik dan nondiplomatik. Permintaan itu juga memuat informasi fitnah terkait status hukum Habib Rizieq.

"Masalah pokok itu adalah adanya permintaan dari otoritas Indonesia ke otoritas Saudi agar mencegah Habib Rizieq meninggalkan wilayah Saudi. Itu masalah pokoknya. Permintaan tersebut dilakukan melalui, baik melalui saluran diplomatik maupun nondiplomatik, berupa informasi fitnah terhadap Habib Rizieq bahwa Habib Rizieq terkait dengan beberapa persoalan hukum di Indonesia. Padahal faktanya, Habib Rizieq sudah clear dari persoalan hukum, dengan adanya SP3, baik perkara di Polda Metro Jaya maupun perkara di Polda Jabar," kata Munarman.



Munarman menilai seharusnya pemerintah Indonesia menyampaikan klarifikasi ke Saudi bahwa Habib Rizieq tak mempunyai masalah hukum lagi. Munarman juga meminta pemerintah mencabut pencegahan terhadap Habib Rizieq.

"Jadi otoritas Indonesia mestinya membuat surat clearance dan klarifikasi ke otoritas Saudi bahwa Habib Rizieq sudah tidak ada persoalan hukum di Indonesia dan membatalkan surat terdahulu yang menyatakan Habib Rizieq terlibat berbagai persoalan hukum serta meminta ke otoritas Saudi untuk mencabut pencegahan yang dulu diminta," ujarnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengaku heran pemerintah dibebani pemulangan Habib Rizieq. Ngabalin menegaskan pemerintah tak punya masalah jika Habib Rizieq pulang ke Indonesia.

"Yang sekarang kita jadi beban itu kenapa mesti harus presiden atau pemerintah atau Istana yang harus ditugasi untuk memulangkan Habib Rizieq, di mana, apa logika, konstruksi berpikir kayak apa itu?" kata Ngabalin kepada wartawan, Rabu (10/7).



Simak Juga 'Tanggapan PBNU soal Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi':

[Gambas:Video 20detik]

FPI Sebut RI Minta Saudi Cegah Habib Rizieq, Ini Kata Kemlu


Simak Video "Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com