Bush: Referendum Irak Bantu Perangi Teroris
Minggu, 16 Okt 2005 07:30 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat, George W Bush, menyambut baik pelaksanaan referendum untuk menentukan konstitusi di Irak. Langkah ini dinilai sebagai bentuk partisipasi memerangi teroris."Pemilihan pada pekan ini adalah langkah maju Irak dalam demokrasi," kata Bush seperti dilansir dari kantor berita Associated Press, Minggu (16/10/2005).Bush menilai kesuksesan pemilu ini adalah kunci dalam melewati masa genting. "Al Qaeda sangat ingin membuat Irak sebagai tempat berlindung sekaligus basis untuk menyerang negara lain termasuk AS," tegasnya.Dengan adanya pemilu, lanjut Bush, akan membuat pukulan telak kepada kelompok militan. "Ini akan menunjukkan bahwa warga Irak mengambil keputusan masa depan negara melalui pemilihan yang damai dan tidak menggunakan pemberontakan," tandasnya.Bush berjanji tetap akan membantu menciptakan pemerintahan Irak yang damai. "Kami tidak akan melupakan tanggung jawab dan kami akan tetap bertahan sampai rakyat Irak telah berhasil membentuk sebuah negara yang merdeka," tambahnya. Jutaan pemilih di Irak diperkirakan sudah menyalurkan suaranya di 6.000 tempat pemungutan suara yang tersebar. Pelaksanaan referendum ini mendapat penjagaan ketat. Sebab, kelompok Sunni menolak pelaksanan referendum ini. Referendum untuk menentukan konstitusi Irak ini digelar di tengah-tengah pesimisme kaum Sunni Irak. Mereka meragukan hasil referendum untuk menetapkan rancangan konstitusi Irak ini karena konstitusi itu dinilai tidak akan bisa membawa Irak ke situasi yang lebih baik.
(ton/)











































