ADVERTISEMENT
detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 14:00 WIB

Harga Fluktuatif, Petani di Deli Serdang Diajarkan Olah Cabai

Nurcholis Maarif - detikNews
Harga Fluktuatif, Petani di Deli Serdang Diajarkan Olah Cabai Foto: Dok. Pertamina
Jakarta - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deli Serdang mengadakan pelatihan pengolahan cabai bagi petani di Deli Serdang. Pelatihan ini bertujuan untuk mengolah turunan cabai sebagai salah satu solusi terhadap harga cabai yang fluktuatif.

"Dengan tema #MoveOnUKM, Pertamina bekerja sama dengan BBP Mektan dan Disperindag Deli Serdang mengadakan pelatihan pengolahan cabai," ucap Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, dalam keterangan tertulis Sabtu, (13/7/2019).

Roby juga mengatakan lewat pelatihan ini, petani mendapatkan ilmu mengolah cabai menjadi produk bernilai tambah, misalnya sambal kemasan. Pelatihan yang dimulai pada pada Rabu (10/7/2019) dan berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh kelompok petani cabai mitra binaan program kemitraan (PK) Pertamina. Dana bergulir PK yang dikucurkan untuk kelompok ini mencapai Rp 1,4 miliar.


Sementara Kepala Disperindag Deli Serdang, Ramlan Refis, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani cabai. Ke depan, ia berharap kerja sama pengembangan UKM bersama Pertamina dapat meningkat.

"Ini kesempatan baik bagi petani, maka manfaatkanlah dengan optimal. Kami juga mengapresiasi Pertamina MOR I yang menginisiasi pelatihan," tutur Refis.

Kepala BBP Mektan, Agung Prabowo, memuji sumber daya alam dan manusia di Deli Serdang. Ia menukil data Kementerian Perdagangan yang mengatakan Sumatera Utara merupakan penghasil cabai terbesar kedua Indonesia sebesar 17,9%.

"Saya tidak menyangka bahwa Deli Serdang juga sebagai sentra cabai. Melalui mekanisasi pertanian, kita dapat memberdayakan para istri petani untuk mengolah cabai jadi produk bernilai tambah," kata Agung.

Adapun menurut ketua kelompok petani Juli Tani, Yareli mengatakan jika dulu harga cabai ditentukan pengepul, kini petani sudah dapat menjual dengan harga yang lebih baik.


"Kami membentuk Sub Terminal Agribisnis Juli Tani, untuk mengkoordinir petani cabai. Juga saling berbagi ilmu," ujar Yareli.

Kelompok petani cabai mitra binaan Pertamina, Juli Tani, punya 105 orang anggota. Saat ini lahan seluas 32 hektar dimanfaatkan untuk menanam cabai. Bantuan PK Pertamina ini dimanfaatkan kelompok tani untuk membeli 1.600 ekor kambing dan peralatan produksi cabai.

Kambing dimanfaatkan untuk memproduksi pupuk bagi tanaman cabai. Melalui metode fermentasi pangan ternak, mereka mampu menghasilkan pupuk dalam waktu cepat, yaitu hanya sehari. Setelah beranak pinak, sebagian kambing dijual untuk menambah penghasilan atau membeli indukan.

Simak Video "Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Maros Melonjak Tajam"
[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed