detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 13:16 WIB

Laporan Dari Auckland

Jadi Pembicara di Pacific Exposition 2019, Puan Banggakan Pancasila

Tsarina Maharani - detikNews
Jadi Pembicara di Pacific Exposition 2019, Puan Banggakan Pancasila Foto: Menko PMK Puan Maharani saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi kebudayaan di Pacific Exposition 2019 di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru. (Tsarina-detikcom)
Auckland - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani bicara Pancasila di depan negara-negara kawasan Pasifik. Ia mengatakan nilai-nilai Pancasila membangun rasa kebersamaan dan gotong royong di antara masyarakat Indonesia.

"Dalam menghadapi perbedaan yang begitu besar, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu. Pancasila adalah lima prinsip dasar bagi kehidupan masyarakat Indonesia," kata Puan saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi kebudayaan di Pacific Exposition 2019 di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Sabtu (13/7/2019).


Dia menjelaskan Pancasila memiliki semangat gotong royong. Puan mengatakan gotong royong Indonesia merupakan budaya untuk saling menolong dan saling bekerja sama demi kebaikan bersama.

"Esensinya adalah gotong royong atau bekerja sama dalam menghadapu kesulitan. Gotong royong adalah kunci utama dari lima prinsip Pancasila. Gotong royong adalah perasaan saling berbagi, menolong, dan bekerja serta berkorban untuk kepentingan bersama," jelas dia.

"Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, semuanya memiliki peran untuk bekerja demi kebaikan. Semangat gotong royong ini mempersatukan perbedaan yang ada di Indonesia," lanjut Puan.

Puan berharap semangat yang dimiliki Indonesia ini mampu menginspirasi negara-negara Pasifik untuk menguatkan kerja sama. Dia lantas menyebut berbagai persoalan yang kini tengah dihadapi Indonesia dan negara-negara Pasifik lain dalam masa globalisasi.

"Era globalisasi memang membawa tantangan dalam pengembangan nilai-nilai budaya. Kita harus mampu menghadapi dampak negatif konsumerisme dan berita palsu. Selain itu kita juga dihadapi erosi nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, toleransi, dan kebersamaan," ujar Puan.


Dia menegaskan Indonesia berkomitmen turut membangun dunia lebih baik. Menurut Puan, semangat ini telah diturunkan dari Presiden RI pertama, Soekarno.

"Indonesia akan terus berkomitmen membangun komunitas dan kebudayaan global yang lebih baik. Pendiri bangsa kami, Soekarno, pada sidang umum PBB tahun 1960 menyatakan telah memberikan kami pandangan ideal tentang komitmen untuk terus maju," kata Puan.

"Mari kita kuatkan komitmen dan kolaborasi di antara negara Pasifik demi membangun peradaban dan kebudayaan yang lebih baik," tegasnya.

Tema yang digagas dalam diskusi kebudayaan ini adalah 'Our Way Forward: Fostering Cultural Cooperation among Pacific Nations'. Diskusi di antaranua membahas tentang sejarah identitas kebudayaan di antara negara Pasifik.

Dalam diskusi, turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Menteri Kebudayaan Kepulauan Cook George Angene, dan Dirjen Melanesian Spearhead Group (MSG) Amena Yauvoli. Selain itu juga hadir sebagai panelis Menlu Papua Nugini Sorou Marepo dan Fasilitator Warisan Budaya Tak Berwujud UNESCO untuk Asia Pasifik Harry Waluyo.

Simak Video "Puan: DPR Tugasnya Mengawasi Pemerintah, Bukan 'Tukang Stempel'"
[Gambas:Video 20detik]

(tsa/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com