detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 09:10 WIB

Round-Up

Upaya FPI Galang Dana Bantu Habib Rizieq Bayar Denda

Tim detikcom - detikNews
Upaya FPI Galang Dana Bantu Habib Rizieq Bayar Denda Foto: Habib Rizieq Syihab (Hary Lukita Wardani/detikcom)
Jakarta - Denda overstay di Arab Saudi jadi salah satu alasan tertundanya kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia. FPI siap melakukan penggalangan dana dengan satu kondisi tertentu.

Overstay Habib Rizieq Syihab pertama kali diungkapkan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Maftuh berbicara soal overstay dalam konteks menjawab pernyataan eks juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, soal portal penghalang kepulangan Habib Rizieq.

"Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal. Rp 110 juta per orang," kata Maftuh saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/7/2019).


Maftuh menjelaskan pembayaran denda merupakan prosedur lumrah bagi seseorang yang overstay di Arab Saudi. Ada puluhan WNI lainnya yang overstay.

"Ada skema 'pulang gratis' sebenarnya, yaitu mengikuti program 'Amnesti Massal' Kerajaan Arab Saudi. Tetapi kami belum tahu kapan program amnesti ini akan dibuka oleh KSA," sambungnya.

Di luar persoalan overstay itu, kata Maftuh, ada masalah lain yang membuat seseorang di Saudi tidak bisa kembali ke negaranya. Hal itu berkaitan dengan persoalan hukum.

Pengacara Habib Rizieq Syihab, Sugito Atmo Prawiro, meluruskan perihal overstay Habib Rizieq.



Sugito mengatakan Habib Rizieq overstay karena sempat dicekal ketika hendak meninggalkan Arab Saudi sebelum masa visanya berakhir.

"Overstay itu kan bukan kesalahan Habib Rizieq karena habisnya visa Habib itu kan 20 Juli 2018. Sebelum tanggal 20 Juli 2018, Habib Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Saudi supaya visanya masih bisa berlaku," kata pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Jumat (12/7/2019).

Sugito menyebut Habib Rizieq sudah berupaya keluar dari Arab Saudi beberapa kali sebelum masa visanya berakhir. Namun, menurutnya, institusi resmi di Indonesia meminta Imigrasi Arab Saudi mencekal Habib Rizieq hingga kini overstay. Karena itu, dia menegaskan pemerintahlah yang seharusnya bertanggung jawab membayar denda overstay Habib Rizieq.


Jika pemerintah enggan membayar denda itu, Sugito menyebut pihaknya siap mengkonsolidasikan umat mengumpulkan iuran untuk membantu pembayaran denda overstay Habib Rizieq.

"Kalau memang pemerintah tidak bersedia membayar, kami akan konsolidasi umat untuk iuran membantu membayar overstay tersebut," tegas Sugito.

"Jangan Habib Rizieq membayar overstay karena kesalahan (pemerintah), overstay itu bukan kesalahan Habib Rizieq. Tapi kalau misalnya pemerintah yang meminta resmi ke keimigrasian Saudi untuk cekal yang menyebabkan Habib overstay tidak bersedia membayar, maka kami akan minta tolong umat untuk mengumpulkan dana membayar mengenai overstay tersebut," tutur Ketua Bantuan Hukum FPI itu.

Simak Video "Imigrasi Koordinasi dengan Arab Saudi Soal Izin Tinggal HRS"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com