Tangani Teroris, Pemerintah Akan Tiru Kebijakan Orba
Sabtu, 15 Okt 2005 22:43 WIB
Jakarta - Geram. Inilah yang dirasakan pemerintah dalam melihat aksi teroris. Karena itu, pemerintah akan meniru kebijakan keamanan yang pernah diterapkan zaman orde baru lalu."Mungkin saja nanti ada pesantren yang kita batasi karena kalau tidak begitu mau bagaimana lagi?" kata Wapres Jusuf Kalla usai berbuka puasa bersama KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (15/10/2005) malam.Langkah ini diambil karena melihat perkembangan gerakan teroris di Indonesia. "Pemerintah mau tidak mau harus mengambil langkah yang keras dan tegas, tidak ubahnya apa yang pernah dilaksanakan selama era Orde Baru," tegas Kalla.Ketum Partai Golkar ini berpendapat, maraknya gerakan radikal ini dipicu tergulingnya Presiden Soeharto. "Kebijakan dari Presiden Habibie membebaskan berkembangnya berbagai paham pemikiran dan aktifitas kelompok, membuat mereka tertarik kembali ke tanah air," tambahnya.Apalagi, kemudian pemerintah Malaysia mulai bertindak tegas terhadap kelompok radikal. "Akhirnya semua kembali ke sini termasuk orang Malaysianya seperti Azahari dan Noordin M. Top. Jadi kenalah kita sebagai korbannya," ujar Kalla.
(ton/)











































