Riau Banjir Makanan Kadaluwarsa dari Malaysia dan Singapura
Sabtu, 15 Okt 2005 15:26 WIB
Pekanbaru -
Menjelang hari raya Idul Fitri, berbagai jenis makanan dan minuman eks luar negeri membanjiri Riau. Selain tidak memiliki sertifikasi halal dan jaminan kesehatan, peredaran makanan dan minuman ini menunjukkan lemahnya pengawasan aparat."Padahal sudah menjadi kebiasaan, menjelang lebaran barang-barang eks luar negeri pasti akan membanjiri Riau," kata Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau, Andreas Hery Kahurifan saat dihubungi detikcom, Sabtu (15/10/2005).Letak Riau yang berada di jalur pelayaran internasional, kata Andreas, merupakan surga bagi mafia penyelundup makanan dan minuman. Tapi sayangnya, pemerintah tetap saja membiarkan barang-barang kadaluwarsa itu masuk ke Riau.Andreas menjelaskan, bahan makanan dan minuman yang beredar di Riau ini sebagian besar berasal dari Malaysia dan Singapura. Menjelang lebaran, para pengusaha minuman dan makanan di Malaysia dan Singapura melepasnya ke Indonesia dengan harga murah. Maklum, yang mereka dagangkan merupakan barang kadaluwarsa.Barang-barang eks luar negeri ini biasanya akan diselipkan dalam kemasan parsel. Namun ada juga yang beredar bebas di pasaran. Warga juga sangat jarang memperhatikan masa berlakunya. "Sepanjang murah dan enak, maka jenis makanan dan minuman luar negeri ini akan diborong masyarakat," kata Andreas.Dari survei yang dilakukan YLKI atas 75 toko milik pedagang di Pasar Pusat, Pasar Kodim, dan Pasar Sail dalam sepuluh hari terakhir, sekitar 60 persen barang yang didagangkan di setiap kios merupakan eks luar negeri. "Ini jelas menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan sertifikasi halal bagi masyarakat," kata Andreas. Makanan dan minuman eks luar negeri yang ditemukan di kios-kios itu antara lain soft drink, sirup, keju, makanan anak-anak, dan roti kaleng. Selain itu masih ada lagi sejumlah minuman keras dalam berbagai merek, semisal Expro, Well Drink & Food, Voodca, Elizabeth, dan sejumlah merek lain tanpa izin Depkes dan sertifikasi halal MUI. "Sebagai kawasan perbatasan, Riau memang rawan peredaran barang-barang selundupan. Barang barang itu ditenggarai berasal dari Pilipina, Taiwan, Singapura dan Malaysia. Kita akan minta pihak Kepolisian dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Riau menindaklanjuti temuan ini," kata Andreas. Polda Riau, melalui juru bicaranya, AKBP Amien Rachimsyah menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan dan komplain atas keberadaan makanan dan minuman eks luar negeri yang sudah kadaluwarsa itu. "Sejuah ini kami belum menerima pengaduan soal barang-barang kebutuhan eks luar negeri dan barang-barang kadaluwarsa yang masuk secara ilegal ke Riau ini," kata Amin.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































