Tak Jualan Sembako, Pasar Murah di Tambora Sepi Pembeli
Sabtu, 15 Okt 2005 14:01 WIB
Jakarta - Pasar murah kok tidak menjual sembako, ya sepi. Itulah yang terjadi pada pasar murah di lapangan PERSIMA, Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, yang diprakarsai Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Departemen Perdagangan (Depdag). Pasar murah ini terlihat lengang saat didatangi rombongan Menteri Perdagangan Mari Pangestu. Dari 10 gerai yang ada, hanya gerai Carrefour yang ramai dikunjungi pembeli dan terlihat antrean hingga lima meter. Para pembeli di gerai Carrefour itu mengincar paket murah seharga Rp 10 ribu. Ada dua paket yang dijual, yaitu paket berisi sabun dan deterjen, serta paket berisi saos, kecap, dan bumbu dapur.Dari 10 gerai yang ada, tidak satu pun yang menjual sembako seperti gula, terigu, minyak goreng, dan beras. Bahkan a da gerai La Fonte yang produknya asing bagi masyarakat bawah, seperti makaroni dan spaghetti. Kondisi ini praktis membuat Mari Pangestu kecewa. "Ini terjadi karena masalah komunikasi dengan pengusaha yang dijadwalkan mengikuti pasar murah ini. Tapi nanti tanggal 20-21 akan dibuat lagi pasar murah yang lebih lengkap di halaman kantor Walikota Jakarta Barat," katanya.Kasubdin Perdagangan Jakarta Barat Poernomo mengaku adanya miskomunikasi dengan para pengusaha. Misalnya, awalnya ditetapkan 3.000 liter minyak goreng, tapi yang datang 1.000 liter sehingga cepat habis. Sementara gula dan terigu memang tidak ada yang berjualan.
(gtp/)











































