Kapolda Riau Janji Akan Pecat Anggotanya yang Tembak Warga

Kapolda Riau Janji Akan Pecat Anggotanya yang Tembak Warga

- detikNews
Sabtu, 15 Okt 2005 14:10 WIB
Pekanbaru - Kapolda Riau Brigjen S Damanhuri mengaku tidak segan-segan menyeret anggotanya yang sengaja menembak seorang warga Pekanbaru. Tindakan tersebut dianggap kriminal."Tidak ada ampun untuk anggota saya yang sudah membunuh warga itu. Dalam waktu dekat ini juga kita akan mencopot dari dinas sebagai anggota Polri. Selanjutnya kasus penembakan dengan unsur kesengajaan ini akan kita seret ke pengadilan," kata Kapolda.Kapolda mengungkapkan hal itu kepada wartawan di sela-sela pemusnahan barang bukti mesin judi di Lapangan Awal Cros, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/10/2005).Kapolda menjelaskan, kasus penembakan yang dilakukan anggota Sabara Poltabes Pekanbaru Bribda Juli Afandi Sitompul itu, telah mencoreng nama baik jajaran kepolisian. Ia juga menegaskan bahwa kasus penembakan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (13/10/2005) dan menewaskan Amir Hasyim (56), warga Jalan Bambu Kuning, Pekanbaru, merupakan persoalan pribadi.Kapolda menceritakan, Juli yang bertugas menjaga pengamanan di Bank Permata, Jalan Sudirman, waktu itu tengah pulang ke rumahnya untuk santap malam. Karena posisinya sedang bertugas, tersangka masih membawa senjata laras panjang. "Sesuai dengan peraturan, usai dinas senjata harus kembali ke gudang. Tapi waktu itu, tersangka memang masih tugas. Karena urusan makan malam, dia mesti pulang ke rumah. Tapi usai makan, bukannya balik ke pos penjagaan di bank, tapi malah menuruti perintah ibunya untuk menagih utang," kata Kapolda.Dari informasi yang dihimpun, Juli tidak sendirian mendatangi rumah Amir untuk menagih piutang ibunya sebesar Rp 2 juta. Dia juga ditemani seorang anggota Poltabes Pekanbaru. Amir sebetulnya hanya berutang Rp 1 juta. Sedangkan Rp 1 juta lagi merupakan bunganya. Ibu Juli dikenal sebagai rentenir di lingkungan rumah mereka.Saat menagih utang, Juli memaksa pada Amir untuk segera melunasi utangnya. Karena kondisi ekonominya yang pas-pasan, Amir hanya sanggup menyicil Rp 50 ribu saat itu. Rupanya, Juli naik pitam. Dari jarak tiga meter, senjata laras panjang yang disandangnya langsung diarahkan ke dada sebelah kiri Amir. Peluru langsung menembus dada Amir hingga tewas seketika.Menurut Kapolda, selain Juli, rekannya yang mendampingi juga telah dijadikan tersangka. Kedua anggota polisi ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Poltabes Pekanbaru."Tidak ada jalan lain, kecuali kita pecat secara tidak hormat. Kasus ini sudah kita laporkan juga ke Kapolri. Dan dari hasil laporan kita itu, pihak Mabes Polri menyetujui para tersangka ini dipecat dari dinas dan harus segera diseret ke pengadilan umum," ungkap Kapolda. (umi/)


Berita Terkait