Pasar Murah di Manggarai, Warga Kecewa Harga Masih Tinggi

Pasar Murah di Manggarai, Warga Kecewa Harga Masih Tinggi

- detikNews
Sabtu, 15 Okt 2005 11:40 WIB
Jakarta - Pemerintah SBY terus menggeber pasar murah untuk 'menghibur' rakyat yang dijepit harga BBM. Hari ini, Sabtu (15/10/2005), pasar murah digelar di halaman Kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan.Pasar murah ini diprakarsai Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Departemen Perdagangan (Depdag). Anggota Aprindo yang berpartisipasi adalah Hero, Alfa, Hypermart, dan Carrefour. Mereka menjajakan dagangan murahnya di bawah tenda biru.Jualan mereka berupa aneka sembako seperti gula, minyak goreng, kecap, sarden, hingga perlengkapan salat seperti sarung, dan sajadah. Ada juga yang berjualan toples kue. Pasar murah ini mendapat perhatian masyarakat setempat. Mereka berjubel membeli barang-barang yang dibanderol agak miring itu."Perbedaan harga barang kami yang dijual di sini dan yang di toko antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000," kata Ahmad, manajer Hypermart.Sedangkan Carrefour menjual produknya dalam bentuk paket. Misalnya empat bungkus sabun Nuvo dijual Rp 1.900, bandingkan jika di toko yang mencapai Rp 3.760. Satu botol sirup Rp 2.800, lebih murah dibandingkan di toko Rp 4.150.Menteri Perdagangan Mari Pangestu yang meninjau lokasi diserbu masyarakat yang ingin bersalaman. "Bu, harganya masih tinggi. Masak gula sama kayak di toko, Rp 5.500/kg, " keluh seorang ibu-ibu pada Mari.Mari yang mengenakan pakaian kasual cokelat berjanji akan meminta pengusaha menurunkan harga jual gula. "Saya akan minta harganya kalau bisa Rp 4.500/kg. Saya lihat di pasar murah kemarin ada yang Rp 4.500," janji Mari.Hal serupa diungkapkan Ny Yuni, salah satu warga. "Harganya masih tinggi," keluhnya pada wartawan. Namun dia mengaku cukup hemat belanja di situ. "Biasanya saya belanja di toko habis Rp 20 ribuan lebih. Kalau di sini cukup Rp 15 ribu," katanya sambil memamerkan tentengannya.Ny Arma (64) juga senang karena bisa memborong Supermie dengan harga Rp 20 ribu/karton. Padahal di toko harganya Rp 26.500. "Jadi saya bisa dapat keuntungan lebih," kata ibu yang membuka warung kecil di rumahnya ini. Ny Arma habis Rp 50 ribu dalam pasar murah ini.Hingga pukul 11.40 WIB, pasar murah itu masih berlangsung. Warga terus berdatangan dengan wajah sumringah. "Mbak, bilangin ke pemerintah agar pasar kaya gini diseringin," kata seorang pengunjung pada wartawan. (nrl/)


Berita Terkait