detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 18:32 WIB

Polisi: Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren di Lhokseumawe Alami Trauma

Datuk Haris Molana - detikNews
Polisi: Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren di Lhokseumawe Alami Trauma Ketua yayasan pesantren dan guru ditangkap terkait pencabulan. (Datuk/detikcom)
Lhokseumawe - Para santri korban pencabulan ketua yayasan di salah satu pesantren di Kota Lhokseumawe, Aceh, mengalami trauma. Ketua yayasan pesantren berinisial AI (45) dan seorang guru ngaji berinisial (MY) ditangkap polisi karena perbuatan cabul.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan psikologi terhadap para korban. Hasilnya, mereka mengalami trauma atas kejadian tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang kepada detikcom, Kamis (11/7/2019).

Sebanyak 15 anak di pesantren itu menjadi korban kebiadaban AI dan MY. Lima orang di antaranya sudah melapor secara resmi ke kepolisian. Indra mengatakan saat ini pihaknya berfokus pada penanganan trauma terhadap anak-anak korban pencabulan.

"Trauma healing terus dilakukan secara berlanjut oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Lhokseumawe," ujarnya.



Pihak kepolisian menggandeng psikolog yang didatangkan dari Banda Aceh. Psikolog, kata Indra, melakukan berbagai pemeriksaan sesuai keahliannya, kemudian mengeluarkan hasil visum yang menjelaskan kondisi mental para korban.

"Untuk saat ini, korban yang mengalami trauma terus dilakukan pemantauan dan tindakan trauma healing terhadap apa yang sudah dialami mereka," jelasnya.

Kepolisian juga tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua pelaku pencabulan. Polisi mendalami kemungkinan adanya santri lain yang menjadi korban AI dan MY.

"Untuk penyidik, terus melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan ada tambahan korban atau tidak," sebut Indra.



Diberitakan sebelumnya, AI dan MY ditangkap polisi. Keduanya ditangkap diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santrinya yang masih anak-anak.

"AI dan MY sudah kita amankan dan kita lakukan pemeriksaan lanjutan. Peristiwa itu terjadi di salah satu pesantren yang ada di Kota Lhokseumawe, di mana AI bertindak sebagai pimpinan pesantren, sementara MY merupakan guru di tempat tersebut," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan.

Ari menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, ada sekitar 15 orang anak yang menjadi korban perlakuan mereka. Namun baru lima orang yang sudah melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

Simak Video "Terpidana Kasus Pencabulan 9 Anak: Tolak Kebiri, Pilih Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com