detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 19:21 WIB

Kasus BLBI, KPK Cecar Eks Ketua BPPN soal Tanggung Jawab Sjamsul Nursalim

Haris Fadhil - detikNews
Kasus BLBI, KPK Cecar Eks Ketua BPPN soal Tanggung Jawab Sjamsul Nursalim Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - KPK memeriksa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn Muhammad Surya Yusuf sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait BLBI. Dia dicecar soal tanggung jawab tersangka dalam kasus ini, Sjamsul Nursalim.

"Untuk saksi Glenn M Yusuf, mantan Ketua BPPN didalami rangkaian proses-proses mulai dari pengambilalihan pengelolaan BDNI (Bank Dagang Nasional Indonesia) dan tanggung jawab Sjamsul Nursalim dalam penyelesaian kewajibannya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).

Kewajiban yang dimaksud adalah terkait permintaan agar Sjamsul menambah aset untuk mengganti kerugian misrepresentasi kredit petambak. Glenn, kata Febri, juga ditanyai soal penolakan Sjamsul terkait kewajibannya itu.



"Permintaan agar Sjamsul Nursalim menambah aset untuk mengganti kerugian karena adanya misrepresentasi atas kredit petambak saat itu termasuk adanya penolakan dari Sjamsul Nursalim dan Informasi lain yang relevan," ucap Febri.

Selain Glenn, KPK juga memeriksa mantan Menteri BUMN, Laksamana Sukardi sebagai saksi untuk Sjamsul. Dia mengatakan Sukardi diperiksa terkait posisinya dalam KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) saat itu.

"Sedangkan untuk saksi Laksamana Sukardi, penyidik mendalami apa yang dia ketahui dalam posisi di KKSK terkait dengan proses menuju penerbitan SKL terhadap Sjamsul Nursalim," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Sjamsul dan istrinya, Itjih Nursalim, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). KPK menduga keduanya melakukan tindakan yang merugikan negara bersama Syafruddin Arsyad Temenggung saat dia menjabat Ketua BPPN.

KPK menduga Sjamsul menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus dengan indikasi kerugian keuangan negara senilai Rp 4,58 triliun ini. KPK pun telah memanggil Sjamsul dan Itjih untuk diperiksa sebagai tersangka, namun keduanya tak hadir.

Terbaru, Syafruddin yang diduga bersama-sama terlibat dalam kasus ini, telah dilepas oleh putusan kasasi MA. Perbuatan Syafruddin itu dinyatakan terbukti, namun MA berpendapat perbuatan Syafruddin bukan merupakan tindak pidana sehingga dia harus dilepas KPK.




Simak Juga 'Detik-detik Syafruddin Arsyad Temenggung Keluar Rutan KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Sjamsul Nursalim Diduga di Singapura, Imigrasi Siap Bantu KPK"
[Gambas:Video 20detik]

(HSF/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com