detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 16:22 WIB

Pengacara: Habib Rizieq Overstay karena Permintaan Institusi di RI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Pengacara: Habib Rizieq Overstay karena Permintaan Institusi di RI Habib Rizieq Syihab (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan Habib Rizieq Syihab terkendala pulang ke Indonesia karena izin tinggal habis (overstay) sehingga harus membayar denda terlebih dahulu untuk bisa kembali ke Tanah Air.

Ketua Tim Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro membenarkan Habib Rizieq berstatus overstay di Arab Saudi. Sugito menyatakan pihaknya siap membayar denda overstay, tapi Habib Rizieq terkesan dibiarkan.

"Kalau memang dia overstay, silakan dideportasi saja. Nanti dendanya kita akan bayar. Kalau memang betul overstay. Dari situ, Habib Rizieq bilang 'memang overstay'. Ya udah, dipulangkan saja. Nanti denda kita yang bayar," kata Sugito saat dihubungi, Rabu (10/7/2019).


Padahal jika ada orang yang ketahuan overstay di Saudi, kata dia, biasanya otoritas setempat akan menahan. Selanjutnya orang yang overstay akan dibolehkan pulang ke negara asal setelah membayar denda.

Kondisi ini tidak dialami Rizieq. Sugito menyebut kliennya justru terkesan dibiarkan saja meski sudah overstay.

"Kok sepertinya terkesan didiamkan dan dibiarkan. Jadi perlu diketahui, overstay bukan karena Habib ya. Pada waktu beliau belum overstay di luar negeri, tidak bisa pergi ke luar karena alasan permintaan institusi tertentu di Indonesia," tuturnya.


Dia mengatakan, sebelum status tinggal Rizieq habis, kliennya sudah mencoba tiga kali ke luar negeri. Dia menyinggung saat Rizieq tak dibolehkan ke Malaysia untuk menjalani sidang doktoral.

"Dia belum overstay, lalu mau pergi ke Malaysia, loh kok dicekal? Padahal belum overstay, ada apa ini? Nah mau berangkat lagi, akhirnya overstay setelah 3 kali percobaan. Jadi yang menyebabkan overstay bukan Habib Rizieq, tapi pada waktu itu ada pihak di Indonesia yang menyebabkan overstay," kata dia.

Dia mengatakan pihak yang mencekal merupakan institusi dari Indonesia. Sugito mengaku mendapat informasi ini dari pihak Saudi.

Sugito mengatakan Rizieq punya keinginan kembali ke Indonesia dan menyelesaikan disertasinya di Malaysia. Dia mengatakan akan membahas bersama Rizieq soal langkah-langkah untuk bisa pulang ke Indonesia.


Eks Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut ada 'portal' yang menghalangi Habib Rizieq Syihab pulang ke Indonesia. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan apa sebetulnya 'portal' penghalang itu.

"Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu riyal. Rp 110 juta per orang," kata Maftuh saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/7).

Maftuh mengatakan persoalan pembayaran denda ini merupakan prosedur yang lumrah bagi seseorang yang overstay. Ada puluhan WNI lainnya yang overstay. Ada skema 'pulang gratis', yaitu menunggu program Amnesti Massal dari Kerajaan Arab Saudi.




Simak Juga 'Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, PDIP: Aneh!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Minta Pulangkan Habib Rizieq, Gerindra: Bukan Keputusan Partai"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com