detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 14:00 WIB

7 Fakta Planet Saturnus yang Bisa Dilihat Jelas dari Bumi

Virgina Maulita Putri - detikNews
7 Fakta Planet Saturnus yang Bisa Dilihat Jelas dari Bumi 7 Fakta Planet Saturnus yang Bisa Dilihat Jelas dari Bumi Foto: NASA/AFP
Jakarta - Planet Saturnus sedang menuju titik terdekat dengan Bumi. Akibat fenomena tersebut, Saturnus pun bisa diamati dengan mata telanjang mulai Selasa (9/7) malam hingga beberapa hari ke depan.

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena mendekatnya Saturnus bisa diamati dari Indonesia. Fenomena ini, menurutnya, bisa diamati dengan mata telanjang.

"Ya. Dalam beberapa hari ini planet Saturnus terlihat paling terang. Dengan mata biasa tampak sebagai bintang terang yang terbit sesudah magrib, tampak sampai menjelang matahari terbit. Dengan teleskop akan terlihat cincinnya," kata Thomas Djamaluddin saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).



Saturnus memang merupakan salah satu planet paling unik di tata surya, sehingga kesempatan untuk mengamati planet ini dengan mata telanjang tidak boleh disia-siakan. Tapi sebelum mengamati Saturnus, simak dulu 7 fakta menarik tentang planet bercincin ini seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Planet Terbesar Kedua di Tata Surya

Saturnus merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Diameter Saturnus dilihat dari khatulistiwanya sepanjang 120.000 km, atau sekitar 10 kali lebih besar dari Bumi.

Saturnus merupakan planet keenam dari Matahari, setelah Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan Jupiter. Saturnus berjarak 1,4 miliar km dari Matahari dan jarak terdekat Saturnus dengan Bumi sekitar 1,2 miliar km.

Untuk itu, Saturnus membutuhkan waktu sekitar 29,5 tahun untuk revolusi atau mengelilingi Matahari. Sedangkan periode rotasinya memakan waktu 10,6 jam.

2. Karakteristik Fisik Saturnus

Kalian tidak bisa menjejakkan kaki di Saturnus karena planet ini sebagian besar terdiri dari hidrogen. Hal ini menjadikan Saturnus sebagai planet dengan kepadatan paling kecil di tata surya. Jika ada bak mandi berukuran cukup besar untuk menampung Saturnus, planet ini bisa mengapung di atas air.

Saturnus terlihat berwarna kuning pucat karena atmosfer bagian atasnya mengandung kristal amonia. Selain itu planet ini juga memiliki angin yang sangat kencang, mencapai 1.800 km per jam. Padahal kecepatan angin di Bumi paling tinggi hanya mencapai 400 km per jam.

3. Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Walau jaraknya sangat jauh, Saturnus merupakan salah satu dari lima planet yang bisa dilihat dengan mata telanjang dari Bumi. Planet ini juga merupakan objek paling terang nomor lima di tata surya.

4. Namanya Berasal dari Dewa Romawi

Nama Saturnus berasal dari dewa pertanian Romawi. Sebagai dewa, Saturnus merupakan ayah dari Jupiter, dan penamaan ini memang disengaja karena keduanya memiliki banyak kesamaan.

Selain itu, Saturnus merupakan planet terakhir yang dikenal oleh peradaban kuno, seperti oleh pengamat dari Babylonia.



5. Memiliki 62 Bulan

Saturnus memiliki 62 bulan yang terdiri dari berbagai ukuran dan komposisi. Tapi, Saturnus memiliki delapan bulan terbesar yaitu Titan, Dione, Enceladus, Hyperion, Iapetus, Mimas, Rhea, dan Tethys.

Titan sendiri merupakan bulan terbesar kedua di tata surya dengan diameter sekitar 5.149 km. Sedangkan posisi pertama dipegang oleh bulan Jupiter, Ganymede.

6. Cincin Saturnus

Cincin planet Saturnus merupakan daya tarik terbesar planet ini. Cincin ini pertama kali diamati oleh Galileo Galilei pada tahun 1610. Cincin ini terbentuk dari berbagai miliaran partikel es dan batu, dengan rentang ukuran mulai dari sekecil butiran gula hingga sebesar rumah.

Rupanya, cincin ini berusia masih sangat muda jika dibandingkan dengan usia Saturnus. NASA baru-baru ini mengumumkan bahwa cincin Saturnus terbentuk dalam rentang waktu 10-100 juta tahun yang lalu. Sedangkan Saturnus lahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu atau di masa awal terbentuknya tata surya.

7. Sering Dikunjungi Wahana Antariksa

Wahana antariksa pertama yang mengunjungi dan meneliti planet Saturnus adalah Pioneer 11 milik NASA pada tahun 1979. Setelah itu, pada tahun 1980, wahana antarika Voyager 1 dan Voyager 2 juga berhasil melintasi Saturnus.

Misi terakhir NASA di Saturnus adalah wahana antariksa Cassini yang mulai mengorbit Saturnus pada tahun 2004. Setelah lebih dari satu dekade, Cassini akhirnya dipensiunkan pada tahun 2017 dengan cara menjatuhkan dirinya ke atmosfer Saturnus.

Tapi, NASA telah berencana untuk meluncurkan misi antarika menuju bulan terbesar Saturnus yaitu Titan. Misi ini akan menggunakan pesawat luar angkasa bernama Dragonfly yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2026.

Simak Video "Buron 7 Bulan, Pelaku Pembunuhan di Pangkalpinang Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]

(vmp/vmp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com