Permintaan Solar dan Premium Turun, Elpiji Melonjak
Jumat, 14 Okt 2005 20:03 WIB
Jakarta - Permintaan masyarakat terhadap solar dan premium menurun tajam pasca kenaikan harga eceran BBM per 1 Oktober 2005. Sebaliknya permintaan terhadap minyak tanah dan elpiji (LPG), melonjak drastis."Overall dari 185-192 ribu kilo liter per hari turun menjadi 120 ribu kilo liter per hari," kata Menteri ESDM Purnomo Yosgiantoro usai mengikuti sidang kabinet petang ini, Jumat (15/10/2005) di Kantor Presiden, Jakarta.Menurut analisanya, penurunan permintaan premium dikarenakan efisiensi dari pemilik kendaraan pribadi dan pelaku sektor usaha transportasi. Contohnya, para pengemudi taksi yang dulu bekeliling mencari penumpang, kini memilih menunggu di pangkalan demi menghemat ongkos BBM yang menjadi tanggungannya.Sedangkan untuk solar, penurunan permintaan terjadi, karena sejauh ini pengguna mesin diesel, terutama angkutan barang masih menikmati sisa solar yang mereka kumpulkan saat panic buying menjelang 1 Oktober lalu.Demikian juga dengan konsumen industri. Malah sekarang ini disinyalir mereka juga memborong minyak tanah untuk dioplos dengan solar, mengingat tingginya disparitas harga anatra dua jenis BBM tersebut. Uniknya, konsumen rumah tangga justru menurun. Mereka ramai-ramai beralih ke elpiji setelah minyak tanah dinaikkan harganya dari Rp 700 per liter menjadi Rp 2 ribu per liter. Perpindahan inilah yang kemudian menimbulkan kelangkaan elpiji di berbagai kota.
(asy/)











































