Kenaikan Harga BBM Membuat Para Sopir Taksi Terancam Dicerai

Kenaikan Harga BBM Membuat Para Sopir Taksi Terancam Dicerai

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 19:52 WIB
Jakarta - Dampak kenaikan harga BBM ternyata sangat terasa bagi para supir taksi di Stasiun Gambir. Bahkan beberapa sopir mengaku hendak diceraikan oleh istri karena tidak mampu membawa uang ke rumah."Bahkan ada sopir Taksi Perisai Bangsa yang tidak pulang ke rumah sejak harga BBM naik, karena tidak bisa bawa uang untuk keluarga," ujar Jati pemilik Koperasi Taksi ketika ditemui detikcom di Stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2005).Jati yang mengaku memiliki tiga taksi ini, mengeluhkan kenaikan harga BBM yang menyebabkan berkurangnya pendapatan keluarga. Biasanya satu taksi bisa menyetor seratus ribu per hari, tetapi setelah BBM naik, para sopir mengaku tidak dapat menyetor karena tidak ada uang yang dihasilkan."Saya tidak masalah kalau mereka belum setoran dulu. Buat makan saja susah, nasib sopir taksi di Stasiun Gambir semakin tidak menentu," keluhnya.Bahkan keluhan Jati ditimpali oleh sesama sopir lainnya. "Anak saya saja sudah menunggak uang sekolah selama tiga bulan, sekarang saya malah tidak punya penghasilan," tutur sopir Dian Taksi, Anto.Saat ini terdapat sekitar 500 supir taksi yang ngetem di Stasiun Gambir. Biasanya mereka dapat membawa pulang Rp 60.000 per hari, tetapi sekarang tidak lagi. "Bahkan harus menombok untuk setoran dan biaya bensin," ujar seorang sopir lainnya, Udin.Saat ditanya mengenai ungkapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa kenaikan harga BBM ini adalah pengorbanan untuk jangka pendek, para sopir taksi membalas gaduh sambil bersorak. "Kita sudah sangat menderita dan tidak tahu bagaimana harus bertahan selama ini," ujar para sopir taksi kompak."Bisa-bisa kita semua para supir keburu mati sebelum hal yang baik itu terjadi," lanjut para sopir taksi itu. (ahm/)


Berita Terkait