Tak Seperti Jakarta, Elpiji di Palembang Normal
Jumat, 14 Okt 2005 17:48 WIB
Palembang - Masyarakat Palembang cukup beruntung. Mereka tidak mengalami kelangkaan gas elpiji seperti yang dirasakan masyarakat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, atau DKI Jakarta. Bahkan harga pun belum mengalami kenaikan."Kami masih menjual dengan harga lama," kata Juki, penjual elpiji di Plaju, Jumat (14/10/2005). Harga lama itu adalah Rp53-54 ribu untuk gas elpiji dengan tabung 12 kilogram.Memang, pascakenaikan dan kelangkaan BBM, khususnya minyak tanah, permintaan elpiji meningkat. Tetapi, peningkatan tersebut tidak berlangsung lama. "Setelah pemerintah menetapkan HET (Harga Eceran Tertinggi) permintaan normal kembali. Satu hari elpiji bisa terjual lebih kurang 5 tabung. Ini sudah normal," kata Juki.PT Pertamina pun langsung mengirimkan stoknya apabila stok gas elpiji habis. "Paling lama satu hari pesanan kiriman sudah diantar Pertamina," kata Juki.Berdasarkan pemantauan detikcom, tidak ada keluhan atau pun kepanikan dari masyarakat yang menggunakan tabung gas elpiji. "Ya, harga masih normal. Tetapi, kan gas elpji memang sempat naik sebelum harga BBM naik. Jadi, jangan sampai naiklah," kata Susan, warga Plaju.Sebelumnya kepada pers Kepala Hubungan Masyarakat PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) II Palembang, Idris Kadir, mengatakan, pihaknya sampai dengan sekarang belum menaikkan harga. "Kami juga tidak mengurangi pasokan ke masyarakat. Normal saja," ujarnya. Kadir memprediksi, kalau terjadi kenaikan harga itu tergantung kepada agen. "Mereka yang langsung berhadapan dengan pengecer," kata Idris.
(nrl/)











































