Hadapi Lebaran, Jatah Beras Miskin Ditambah Jadi 15 Kg

Hadapi Lebaran, Jatah Beras Miskin Ditambah Jadi 15 Kg

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 17:28 WIB
Yogyakarta - Pada bulan puasa ini hingga hari Idul Fitri, jatah beras untuk keluarga miskin (raskin) ditambah masing-masing 5 kilogram setiap kepala keluarga menjadi 15 kilogram. Namun setelah itu, jatah raskin akan dikembalikan seperti semula hanya 5 kilogram untuk masing-masing keluarga. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bulog Divisi Regional Yogyakarta Agusdin Fariedh kepada wartawan di kantornya, Jl Suroto Kotabaru Yogyakarta, Juma (1/10/2005). "Memang untuk bulan puasa dan Idul Fitri ada penambahan jatah raskin sebanyak 5 kilogram. Ini kita lakukan agar warga miskin tetap bisa ikut berlebaran bersama-sama," katanya.Menurut Fariedh, penambahan beras bagi rakyat miskin itu hanya berlaku pada bulan Oktober ini, setelah itu pemberian jatah tetap seperti semula. Pada bulan-bulan sebelumnya, setiap keluarga miskin mendapat pembagian raskin sebanyak 10 kilogram per kepala keluarga. "Khusus pada Oktober ini, jatah raskin kita tambah 5 kilogram menjadi 15 kilogram setiap kepala keluarga. Tetapi pada November kembali seperti semula menjadi 10 kilogram/Kepala Keluarga," katanya.Fariedh mengatakan, setiap bulan Bulog Yogyakarta mengeluarkan beras untuk raskin sebanyak 2.800 ton yang berdasarkan atas usulan dari pemerintah provinsi DIY. Sedang khusus bulan Oktober terutama setelah ada penambahan, jatah raskin yang harus dikeluarkan Bulog Divre Yogyakarta menjadi 4.400 ton. "Jumlah tersebut sudah cukup untuk rakyat miskin terutama saat menghadapi lebaran," katanya.Ditanya mengenai stok beras yang ada di Bulog Yogyakarta serta mulai naiknya harga beras, dia mengatakan, stok beras untuk DIY masih mencukupi kebutuhan untuk 9 bulan mendatang. Jumlah stok beras yang ada di gudang-gudang sebanyak 26.880 ton. "Stok beras untuk wilayah DIY masih mencukupi sehingga belum perlu ada penambahan. Kalaupun saat ini harga beras mulai naik, Bulog belum perlu melakukan operasi pasar, tapi Bulog akan terus melakukan pemantauan," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads