Hukuman 15 Tahun Tak Manusiawi

Pengacara Schapelle Corby:

Hukuman 15 Tahun Tak Manusiawi

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 17:19 WIB
Jakarta - Tim kuasa hukum Schapelle Leigh Corby menganggap Pengadilan Tinggi (PT) Bali tidak manusiawi dan diskriminatif terhadap kliennya. Hukuman 15 tahun penjara dianggap sangat berat dan tidak sebanding dengan perbuatan Corby.Padahal untuk kasus narkoba (ganja) 161 kg yang 50 kali lebih berat dari ganja yang dibawa Corby, Mahkamah Agung (MA) hanya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara.Bahkan untuk jenis narkoba shabu-shabu yang lebih berat dari ganja, ternyata MA hanya menghukum terdakwa Dewi Noor Wenny binti Idrus Sukarno selama enam tahun penjara."Kami sendiri tetap yakin Corby tidak bersalah," demikian pernyataan tim kuasa hukum Corby yang dibacakan Asisten Hotman Paris, artis Sophia Latjuba, dalam jumpa pers di Kantor Hotman Paris, Gedung Summitmas I, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (14/10/2005).Tim kuasa hukum Corby terdiri dari Hotman Paris, Haposan Sihombing, Erwin Siregar dan Sangti P Nainggolan.Nasib malang yang dialami Corby sehingga semakin sulit ditolong, juga diakibatkan tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di Canberra, Australia. "Ada oknum di Canberra yang sepertinya tidak ingin Corby bebas," tegas Sophia.Sebab di bulan Agustus lalu, saat tim kuasa hukum berjuang di PT Bali untuk menerapkan strategi kedua jika Corby tidak dapat bebas, Menlu Australia Alexander Downer tiba-tiba secara tidak bertanggung jawab membuat pernyataan yang bersifat spekulatif seolah-olah PT Bali telah setuju mengurangi hukuman 10 tahun."Akibat pernyataan tersebut, puluhan wartawan lokal segera menghubungi ketua PT Bali dan membuat hancur usaha keras tim kuasa hukum. Sebab seolah-olah Corby atau tim kuasa hukum telah mendahului putusan banding," kata artis cantik itu.Karena itu, tim kuasa hukum mempertanyakan motif Downer, Menteri Kehakiman Australia Chris Ellison dan Mark Tower yang telah memberikan situasi sulit bagi tim kuasa hukum."Sepertinya yang duluan menilai Corby bersalah adalah oknum-oknum di Canberra. Karena itu, kami minta kepada masyarakat Australia untuk mendukung Corby dan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah Australia," tegas Sophia. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads