Antre Pencairan Kompensasi BBM, Mbah Wadiman Tewas

Antre Pencairan Kompensasi BBM, Mbah Wadiman Tewas

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 17:03 WIB
Semarang - Pencairan dana kompensasi BBM yang diberikan secara tunai, membawa korban di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang kakek, Wadiman (75), tewas saat antre di Kantor Pos setempat.Cerita tragis itu bermula saat kakek yang berasal dari Dukuh Krasak RT 10 RW 01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Demak, ini hendak mencairkan dana kompensasi di Kantor Pos Dempet, Jum'at (14/10/2005). Bersama menantuanya, Kamisan, dia berangkat ke lokasi sekitar pukul 05.00 WIB.Karena loketnya baru buka pada pukul 08.00 WIB, mertua dan menantu itu menunggu di halaman kantor pos. Tepat di saat loket dibuka, ribuan warga segera merangsek mengantre. Kakek berputra tujuh itu pun turut serta.Tanpa diketahui penyebabnya, di tengah antrean, Wadiman pingsan. Para pengantre panik. Mereka segera membawa kakek itu keluar antrean. Wadiman sempat diberi minum air putih. Ketika dibawa ke Puskesmas Dempet, nyawanya tak tertolong lagi.Anak kelima almarhum, Waryatun (25), pasrah dengan kejadian tersebut. Dia sadar ayahnya punya sejarah penyakit asma. Kemungkinan besar, penyakit itu kambuh saat mencairkan dana kompenasasi."Bapak itu sebenarnya sehat. Hari ini ia ikut puasa. Kami sudah membujuknya untuk mewakilkan karena kami takut asmanya kambuh. Namun karena gembira akan menerima uang Rp 300.000, maka bapak nekad berangkat," katanya ketika ditemui di rumahnya Dukuh Krasak RT 10 RW 01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Demak.Sekadar diketahui, di Kecamatan Dempet pencairan dana dilakukan selama tiga hari, sejak Rabu (12/10) hingga Jum'at. Padahal, jumlah orang yang harus mencairkan dananya sebanyak 4.354 KK. Jika hari ini tidak bisa mencairkan, maka mereka harus mencairkan di Kantor Pos Pusat di Demak.Kematian Wadiman membuat Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Kadir Karding bersimpati. Politisi muda dari PKB ini merelakan waktunya untuk sekadar melayat dan menemui pihak keluarga.Menurutnya, kasus kematian Wadiman menambah daftar kacaunya sistem pendataan dan pencairan kartu kompensasi BBM (KKB). "Buktinya, Selasa lalu, rumah petugas Biro Pusat Statistik di Desa Kedung Karang, Kecamatan Wedung, Demak dirusak massa karena merasa tidak puas dengan hasil pendataan," katanya. (nrl/)


Berita Terkait