AS Khawatir Konflik Thailand Selatan akan Picu Terorisme

AS Khawatir Konflik Thailand Selatan akan Picu Terorisme

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 16:58 WIB
Jakarta - Konflik di wilayah Thailand Selatan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Korban jiwa terus berjatuhan di wilayah yang berbatasan dengan Malaysia itu. Melihat tren ini, pemerintah Amerika Serikat (AS) menaruh kekhawatiran akan konflik berdarah itu. Washington prihatin bahwa situasi tersebut bisa memicu gerakan militan regional dan memancing timbulnya terorisme internasional. "Saya yakin bahwa dalam koridor Washington ada kekhawatiran mengenai situasi di Thailand Selatan yang tampaknya memburuk," ujar Karen Brooks, pengamat AS yang pernah yang menjabat Direktur Asia di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih. Brooks merupakan perancang utama kebijakan AS soal Asia semasa pemerintahan Presiden George Bush dan Bill Clinton.Pemerintah AS berulang kali menegaskan bahwa kekerasan di wilayah Thailand Selatan merupakan isu domestik. Dan bukan bagian dari perang melawan teror global yang gencar dilakukan AS."Kami belum dimintai bantuan apapun," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Adam Ereli seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (14/10/2005). Namun diakuinya, kekerasan yang tidak berkesudahan itu merupakan "isu kekhawatiran bagi kita semua yang ingin melihat ketenangan di Thailand dan peduli akan Thailand serta yang bekerja sama dengan Thailand sebagai teman negara itu."Hampir 1.000 orang meninggal dalam konflik di Thailand Selatan yang penduduknya mayoritas muslim itu sejak awal 2004 lalu. Korban tewas termasuk warga sipil, pejabat pemerintah, tentara serta militan. (ita/)


Berita Terkait