Elpiji Langka Pertanda Bagus Versi Kalla Panen Kecaman (2)
Jumat, 14 Okt 2005 16:36 WIB
Jakarta - Redaksi detikcom banjir e-mail pembaca yang menyesalkan pernyataan Wapres Jusuf Kalla bahwa kelangkaan elpiji adalah pertanda bagus.Pembaca tidak sependapat kelangkaan elpiji akibat perubahan pola konsumsi masyarakat dari minyak tanah ke elpiji. Yang ada malah dari minyak tanah ke kayu bakar.Inilah sebagian surat elektronik pembaca, Jumat (14/10/2005):Brian Yuliarto:Tragis. Inilah kata yang pantas untuk menggambarkan kondisi pemerintahan saat ini, terutama JK bersama dengan tim ekonominya. Sangat jelas kita saksikan bersama bagaimana beratnya beban massyarakat akibat kenaikan harga BBM, terutama minyak tanah.Jangankan LPG yang harganya semakin tinggi karena kelangkaannya, bahkan saat ini minyak tanah pun sudah berubah menjadi kayu bakar bagi masyarakat miskin kebanyakan. Tentu rakyat masih ingat betul bagaimana komentar Menko Perekonomian kita yang sangat jauh dari sikap empati saat menyuruh masyarakat tidak usah membeli LPG jika tidak kuat membeli.Tolen Ketaren:Saya sempat seperti orang bodoh baca pernyataan Bapak JK. Seharusnya sebagai orang nomor 2 di Indonesia ini Kalla menghibur dan memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak panik, tapi ini malah seperti melecehkan kesengsaraan rakyat, dan jujur saya sangat sakit hati.Jeffry:Komentar Wapres JK menunjukkan ia tidak perduli dengan keadaan rakyat. Bagaimana mungkin ia bisa berkata kelangkaan ini karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dari minyak tanah ke elpiji. Yang ada justru sekarang pola konsumsinya berubah dari minyak tanah ke kayu bakar, kembali lagi deh ke zaman puluhan tahun yang lalu. Dia harusnya memeriksa bagaimana sistem produksi dan distribusi elpiji di negara ini, sudah benar apa belum, baru ambil kesimpulan dan ngomong seperlunya.Vendi:Pernyataan Wapres Jusuf Kalla lagi-lagi wujud kebingungan pemerintah memberi jawaban atas berbagai masalah di masyarakat. Kelangkaan yang secara tiba-tiba tidak mungkin karena perubahan pola konsumsi. Perubahan pola konsumsi biasanya terjadi secara bertahap. Kalau masyarakat langsung ganti dari minyak tanah ke elpiji, apakah secepat itu perubahannya. Ingat, untuk pindah ke elpiji tidak hanya beli gasnya yang sekarang berkisar Rp 80 ribuan.Rakyat miskin penguna minyak tanah tidak mungkin langsung beli kompor gas dan tabungnya yang harganya sekitar Rp 700 ribu untuk menggantikan minyak tanah. Mereka yang dapat kompensasi pun tidak sanggup beralih, apalagi yang tidak dapat, mereka beralih ke kayu bakar.Budiman:Apakah sudah dilakukan survei tentang seberapa banyak peningkatan penggunaan elpiji? Sudah ada data akurat tentang perbandingan efisiensi pemakaian energi oleh golongan menengah bawah? Kira-kira masuk akal apa enggak mereka yang biasanya pake minyak tanah dengan kompor seadanya bakalan mampu ganti ke elpiji plus kompornya juga, setelah harga BBM naik?Handoko:Teori kenaikan harga BBM: Sebelum harga BBM dinaikkan, terjadi kelangkaan BBM di sejumlah kota, ini pertanda akan terjadi kenaikan harga BBM. Sekarang terjadi kelangkaan elpiji di sejumlah kota, harganya melambung tinggi, mungkin seperti teori tersebut di atas, pertanda akan terjadi kenaikan harga elpiji.Andriana Nunuk:Orang hidup itu kan perlu makan. Untuk dapat makanan tentu harus masak. Kalo semua-semua serba sulit, gimana bisa makan. Udah dapetinnya sulit, harganya mahal pula. Jangan salahkan kalau setelah wabah flu burung, akan ada wabah kelaparan.Purwo:Saya sangat sedih sekali mendengarkan pernyataan yang disampaikan mengenai kelangkaan elpiji, rasanya kita salah memilih seorang pemimpin yang ternyata hanya nyaring bunyinya tapi kosong isinya.Kusharjono:JK, jadi pemimpin bertindak dan berbicaralah dengan bijak, kami susah mendapatkan elpiji, malah Anda katakan bagus. Bagus yang bagaimana? Sudah langka, dan jika ada, harganya selangit.Hasan:Komentar tersebut menandakan bahwa Kalla memang bukan seorang yang peka, sulit berempati dan tidak dapat memahami kondisi rakyatnya. Ini dapat terjadi kemungkinan karena Kalla tidak pernah miskin/jadi rakyat kecil, tidak punya pengetahuan yang cukup tentang sosiologi, psikologi dan komunikasi yang baik, serta cara pandang yang dipakai Kalla cenderung kapitalistik, di mana dia selalu memandang bahwa orang miskin/lemah dapat terjadi karena kebodohan/kesalahannya sendiri.Ray:Mungkin omongan itu lebih bagus buat keluarganya saja, nggak usah komentar ke publik. Kenapa? Ya wajar saja, dia kan orang kaya, bisnisman, wapres lagi. Butuh ini, butuh itu, udah pasti kesampaian. Memang bagi kalangan menengah ke atas biasa saja, toh berapa pun harganya masih bisa terbeli, tapi bagi karyawan rendah dan orang pinggiran, hal itu jelas nggak bisa diterima.Budiarto:Saya salut atas kemenangan SBY-JK saat pemilu lalu...tapi sekarang sedih, sebab pejabat tinggi kita ngomongnya seenaknya aja. Saat rakyat susah, bukannya berempati...malah membuat komentar yang menyakitkan rakyat...lihat saja komentar-komentar ini:SBY: "Lihat kan mata saya ini kurang tidur" atau "Saya sering sekali salat tahajud memikirkan bangsa ini" --> komentar atas reaksi kenaikan harga BBM.Menteri ESDM: "Wajar beli minyak tanah antre, wong nonton bioskop saja antre" --> komentar atas kelangkaan minyak tanah.Menko Perekonomian: "Kalau tidak bisa beli elpiji, ya jangan pakai elpiji" --> komentar atas kenaikan harga elpiji.Mensesneg: "MK bukan ustad karena itu tidak punya fungsi untuk mengingatkan atau menegur pemerintah,..." --> komentar atas surat MK terkait masalah dasar pembuatan Perpres tentang BBM.JK: "Nanti juga berhenti sendiri, nanti kan mereka gak bisa makan" --> komentar atas pemogokan sopir akibat kenaikan harga BBM.JK : "Kelangkaan ini karena adanya perubahan pola konsumsi, ini tandanya bagus, dari minyak tanah ke elpiji" --> komentar atas kelangkaan elpiji.Sediiihhhh menyimaknya...kayaknya kalau tidak ada yang mengingatkan, bisa lebih jauh antara pemerintah dan rakyatnya...Dony Aditya:Saya kemarin sampai harus ngomongin pembantu kalau mau masak air pakai listrik saja daripada gasnya habis untuk masak selama Ramadan. Saya sampai muter-muter nanya semua pangkalan di Bekasi nggak ada, ada tinggal satu Rp 65 ribu. Eh pas ditelepon lagi sudah diambil orang. Seharusnya mawas dirilah Kalla itu.B Guccioni:Belum selesai kaget atas celetukan Menko Perekonomian soal "Tim Indonesia Bangkrut", sekarang malahan Wapres ikut-ikutan membuat celetukan yang tidak pantas. Ini refleksi dari pejabat yang kematangan emosinya masih jauh dari stabil. Saya malu negara saya dipenuhi pejabat-pejabat yang kehilangan keseimbangan emosi, dan ini berbahaya buat kabinet SBY. Rasanya kok pingin Pilpres dipercepat...Diva:Wapres dan Menteri Perekonomian setali tiga uang...sama-sama bodoh dan tidak punya perasaan...Kalau memang pinter, dari mana bisa keluar pernyataan bahwa sesuatu yang langka itu bagus dan kalau tidak bisa beli elpiji jangan pake elpiji. Sadar, Pak...semua ini dibutuhkan orang banyak...jangan asal ngomong aja.
(nrl/)











































