Money Game Ala Pembalap (4)
Mendagri: Yang Invest Anak Saya
Jumat, 14 Okt 2005 16:29 WIB
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Ma'ruf membantah dirinya ikut menanam saham di bisnis yang dikelola pembalap nasional Dedi Hanurawan. Menurut Ma'ruf, yang menanamkan saham di bisnis itu adalah anaknya. "Itu bukan saya. Tapi anak saya. Saya sudah lupa tahun berapa itu. Sudah lama sekali," kata Ma'ruf saat ditemui detikcom di Kantor Depdagri, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2005). Hanya itu yang disampaikan Ma'ruf. Ditanya lebih lanjut tentang berapa banyak saham yang ditanamkan anaknya, Ma'ruf tergesa-gesa pergi dan tidak menjawab. Namun, Ma'ruf langsung paham dengan masalah ini, meski hanya ditanya satu pertanyaan: "Apakah Bapak menanamkan saham di PT Cita Hidayat Komunikaputra?"Dalam berita sebelumnya, bisnis Dedi yang diduga sebagai money game ini telah membuat para investornya mencak-mencak. Mereka kecewa karena mulai awal 2005, Dedi tidak lagi mengucurkan keuntungan 15-20 persen per bulan dari investasi yang ditanamkan. Padahal, investasi yang ditanam para investor mencapai ratusan miliar rupiah. Bisnis Dedi ini bergerak di bidang penjualan BBM, oli, dan SPBU. Bisnis dengan menawarkan investasi dengan janji keuntungan 15-20 persen per bulan ini dimulai 2001. Tahun 2001-2003 pembayaran keuntungan kepada investor lancar-lancar saja. Namun, mulai awal 2004, pembayaran keuntungan mulai tersendat. Dan bahkan, awal 2005, sama sekali tidak ada kucuran keuntungan. Diduga Dedi tidak lagi memiliki uang kas yang banyak. Dedi juga tidak berterus terang kepada para investor dikemanakan uang para investor itu. Saat investor menanyakan hal ini, Dedi tidak menjawab dengan jujur. Karena itulah, seorang investor, Teguh (bukan nama sebenarnya), menduga bahwa bisnis yang dijalankan Dedi adalah money game. Kini, perusahaan tersebut telah dipailitkan oleh Dedi sendiri. "Saat ini kondisi perusahaan sudah dipailitkan oleh Dedi sendiri, tanpa persetujuan dari para pemilik saham. Dia sudah menyalahi aturan awal. Jika ada perselisihan, kita sepakat mufakat dan diselesaikan di Pengadilan Negeri Bandung. Dia melepas tanggung jawabnya sendiri. Ini semua sudah diatur sepihak," ungkap Teguh kepada detikcom. Kasus ini sudah diproses secara hukum. Dedi sudah ditahan Polwiltabes Bandung sejak Senin (29/9/2005). Kini, Dedi sudah tidak bisa bermewah-mewah lagi. Kemewahan DediSetelah mendapatkan banyak investasi dari investor, kata Teguh, gaya hidup Dedi memang jadi wah. Inilah yang membuat Teguh juga curiga. "Gaya hidup dia jadi mahal. Melebihi artis, sangat eksklusif. Dia punya koleksi mobil mewah. Balap di Sentul. Hammer, BMW Series 7. Rumah harga Rp 10 miliar sebanyak 6 buah. Bandung-Jakarta pulang pergi pakai pesawat. Dia dahsyat," ungkap Teguh yang sangat kecewa karena telah menanamkan uangnya di bisnis ini.
(asy/)











































