Oposisi merupakan salah satu istilah untuk menggambarkan posisi sebuah objek langit. Mengutip dari laman In The Sky, sebuah objek langit beroposisi ketika berada pada titik terdekat yang berlawanan dengan posisi matahari di langit.
Posisi ini berarti membuat objek akan nampak paling tinggi di langit malam waktu setempat. Objek akan nampak hampir sepanjang malam.
Untuk objek yang orbitnya lebih jauh di sistem Tata Surya daripada Bumi--hampir semua objek, kecuali Merkurius dan Venus-- posisi oposisi ini terjadi ketika objek tersebut terletak dalam satu garis lurus dengan Bumi dan Matahari. Dengan poisisi Bumi berada di tengahnya.
Akibatnya, posisi ini juga merupakan waktu ketika objek menuju titik terdekatnya dengan Bumi. Sehingga objek tersebut tampak besar dan paling terang di langit malam. Setidaknya, diprediksi akan ada 12 objek langit lain yang akan mencapai titik oposisinya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa planet Saturnus malam ini berada dalam posisi oposisi. Hal ini menyebabkan Saturnus berada dalam titik terdekat dengan bumi.
Ketua Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena mendekatnya Saturnus bisa diamati dari Indonesia. Fenomena ini menurutnya bisa diamati dengan mata telanjang.
"Ya. Dalam beberapa hari ini planet Saturnus terlihat paling terang. Dengan mata biasa tampak sebagai bintang terang yang terbit sesudah maghrib, tampak sampai menjelang matahari terbit. Dengan teleskop akan terlihat cincinnya," kata Thomas Djamaluddin saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).
Dia juga menjelaskan bahwa fenomena planet Saturnus ini bisa diamati dari semua wilayah di Indonesia. Namun, terkait tingkat kejelasannya tergantung dengan situasi cuaca.
Soal Jatah Menteri, PKB Tak Takut Partai Oposisi Masuk Koalisi:
(rdp/imk)











































