detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 12:15 WIB

Lebih Tinggi dari Singapura-Bangkok, Begini Polusi Udara di DKI Pagi Tadi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Lebih Tinggi dari Singapura-Bangkok, Begini Polusi Udara di DKI Pagi Tadi Ilustrasi gedung bertingkat di Ibu Kota Jakarta diselimuti polusi asap (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Berdasarkan citra satelit, kondisi polusi udara di Jakarta pagi tadi cukup tinggi. Tingkat polusi udara di DKI lebih tinggi dibanding di Singapura dan Bangkok.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengunggah citra satelit dari The Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS). Penghitungan tingkat polusi udara ini didasarkan pada sebaran partikel padat di udara ukuran di bawah 2,5 mikrometer (PM2,5) dan 10 mikrometer (PM10).

Citra satelit ini diambil pada pukul 08.00 WIB.


"Di Jakarta cukup berpolusi pagi ini sekitar 180 mikrogram per meter kubik, di banding Singapura & Bangkok yang cuma 28 & 35 mikrogram per meterk├╣bik," demikian keterangan dari Peneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) LAPAN, Dony Kushardono, di akun Instagram-nya, @donykushardono, Selasa (9/7/2019).

Dia mengatakan kota lain juga mengalami polusi udara. Kondisi ini ditandai warna oranye.

"Beberapa kota seperti Medan & Surabaya juga nampak udaranya berpolusi sekitar 75 mikrogram per meterkubik," kata Dony.


Kondisi udara Jakarta sempat ramai dibahas setelah situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual, menyatakan udara di Jakarta tidak sehat. Dari data yang disajikan AirVisual pada Selasa (25/6), pukul 10.00 WIB, nilai air quality index (AQI) Jakarta adalah 168 dan kualitas udara Ibu Kota dinyatakan tidak sehat atau 'Unhealthy'. Jakarta saat itu berada di posisi kedua, setelah Lahore, Pakistan. Bahkan tadi pagi AirVisual mencatat kualitas udara Jakarta mencapai angka 216 (Very Unhealthy/Sangat Tidak Sehat).

Pemprov DKI sendiri menyatakan angka dari AirVisual itu tak menjadi acuan utama tapi tetap menjadi peringatan bagi warga. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menentukan langkah untuk mengurangi polusi di Ibu Kota.


Salah satu langkah yang bakal ditempuh untuk mengurangi polusi ialah menggalakkan uji emisi. Anies mengatakan semua kendaraan ataupun benda yang menghasilkan asap kotor akan diganti. Anies pun mewajibkan seluruh bengkel dan SPBU di Jakarta memiliki alat uji emisi.

"Bus-bus kita yang hari ini mengeluarkan asap polusi yang luar biasa tinggi sedang dalam proses untuk pergantian di BPBJ dan sudah dalam proses. Nanti harapannya, kendaraan-kendaraan yang merusak kualitas udara kita diganti dengan yang baru dan ini harapannya sebagian sudah bisa dilakukan di tahun 2019," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/7).





Simak Video "Digugat Gegara Kualitas Udara, Anies Siapkan Alat Pengukur"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Udara Jakarta Buruk, Anies Digugat ke PN Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed