Hari ke-11 Pencarian Helikopter MI 17, Tim SAR Andalkan Kamera Infrared

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Senin, 08 Jul 2019 07:01 WIB
Pencarian helikopter TNI (Foto: Dok. Kodam XVII/Cendrawasih)
Jakarta - Pencarian Helikopter MI 17 milik TNI AD yang hilang kontak di Papua terus dilakukan. Memasuki hari ke-11, pencarian dilakukan dengan bantuan kamera pendeteksi panas atau infrared untuk menemukan helikopter tersebut.

"Dari angkatan darat 1 dari perusahaan sipil 1, diperkuat oleh pesawat CN 235 milik TNI Angkatan Udara. CN ini yang dilengkapi dengan flir (forward looking infrared)," kata Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi, Minggu (7/7/2019).



Aidi mengatakan, hingga kini belum ditentukan batas akhir waktu pencarian. TNI bersama tim SAR tetap fokus pada pencarian meski 10 hari belum membuahkan hasil.

"Sampai saat ini kita tidak menentukan batas akhir pencarian, target kita masih tetap sasaran ditemukan. Sampai saat ini kita juga masih optimis bahwa heli tersebut lost contact, artinya masih ada kemungkinan yang bisa terjadi dari lost contack tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, proses pencarian tidak terpaku pada satu lokasi. Pencarian dilakukan berdasarkan rute karena minimnya informasi tentang lokasi hilangnya helikopter.



"Jadi wilayah pencarian kita ini 80 persen hutan belantara, jadi artinya tidak mungkin kita mendapatkan informasi dari hutan belantara, jadi hanya berdasarkan data rute dengan perkiraan," pungkasnya.

Seperti diketahui, helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta kru hilang pada Jumat (28/6). Helikopter itu sebelumnya terbang ke Okbibab untuk mengirim logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.



Okbibab merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Pada pukul 11.44 WIT, heli terbang ke Jayapura. Pada pukul 11.49 WIT, pilot sempat mengucapkan terima kasih setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 nautical mile ke utara. Adapun nama anggota Satgas Pamtas Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut adalah Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut adalah Kapten (CPN) Aris (pilot), Lettu (CPN) Bambang (pilot), Lettu (CPN) Ahwar (kopilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo, dan Pratu Aharul.

Simak Video "Bappenas Dorong Pendekatan Kultural Atasi Gap Persepsi di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(abw/idn)