OASE Kabinet Kerja Tanam Mangrove untuk Mitigasi Bencana di Manado

OASE Kabinet Kerja Tanam Mangrove untuk Mitigasi Bencana di Manado

Uji Sukma Medianty - detikNews
Sabtu, 06 Jul 2019 20:16 WIB
Foto: Pemprov Sulawesi Utara
Foto: Pemprov Sulawesi Utara
Manado - Gerakan Penanaman Serentak Mangrove untuk mitigasi bencana akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 Juli 2019 berpusat di kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Kegiatan ini bersamaan serentak di 12 Provinsi yang diinisiasi ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) dengan mengangkat tema 'Penanaman Mangrove Untuk Pemulihan DAS dan Mitigasi Perubahan Iklim'.

Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara, Jetty Pulu, mengatakan dasar pelaksanaan pelestarian mangrove adalah Perpres 73 tahun 2012 tentang strategi nasional pengelolaan ekosistem mangrove dan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian no 4 tahun 2017 tentang kebijakan, strategi, program, dan indikator kinerja pengelolaan ekosistem mangrove nasional serta Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari.

"Sebaran mangrove di provinsi Sulut berdasarkan peta one map mangrove adalah seluas 11.434 ha tersebar di dalam kawasan hutan seluas 11408 ha dan di luar kawasan hutan seluas 26,2 ha. Sedangkan untuk Kota Manado seluas 209,8 ha tersebar di Kecamatan Bunaken seluas 135 ha dan Bunaken Kepulauan seluas 74,8 ha," jelas Jetty dalam keterangannya, Sabtu (6/7/2019).

Upaya penyelamatan mangrove dalam mitigasi bencana dilakukan oleh Kementerian LHK melalui upaya-upaya menggalang dukungan para pihak untuk percepatan pemulihan RHL mangrove, penyusunan one map one mangrove untuk nasional dan penguatan peran kelompok kerja mangrove tingkat nasional dan daerah (KKM TN/D).


Di sela-sela kunjungan lapangan dalam rangka persiapan penanaman mangrove serentak dijelaskan oleh Ketua Bidang 5 OASE, Uga Wiranto mengungkapkan, upaya penanaman mangrove ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembalikan peran dan fungsi mangrove sebagai penyerap polutan, mencegah intrusi air laut, dan penelitian dan pendidikan.

Manfaat lainnya yaitu penyimpan karbon yang tinggi, pengembangan wisata alam, tempat berpijah aneka biota laut, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, menyediakan hasil hutan berupa kayu dan non kayu, serta tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis fauna ekosistem payau.

Acara penanaman 5.000 pohon mangrove akan dihadiri oleh Ibu Negara dan akan dilaksanakan secara bersama-sama oleh ibu-ibu anggota OASE Kabinet Kerja, Menteri KLHK dan TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Dalam rangkaian persiapan penanaman dimaksud akan dibagikan jenis-jenis bibit produktif sebanyak 500 batang dan alat pembuat biopori dan penyerahan/penaburan benih ikan Kerapu Cantik 300 Ekor, juga dilaksanakan kegiatan lomba mewarnai anak Paud dan kelas 1-3 SD dengan tema pelestarian mangrove serta bakti sosial (pengobatan gratis).

Rapat persiapan pelaksanaan telah dilaksanakan di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Mokoginta, pada tanggal 6 Juli 2019 dihadiri, Kodam XII, Polda Sulut, Lantamal VIII, Kodim Manado, OPD terkait. Kemudian UPT Kementerian LHK, Camat dan Lurah, dihadiri Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukan Irjen Pol Widiyanto Poesoko.





Simak Video "Surga Bawah Laut Gonda Mangrove Park di Polewali Mandar"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/idr)