detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 13:49 WIB

Dahnil Kaitkan Rekonsiliasi dengan Kepulangan Habib Rizieq, Ini Kata Ngabalin

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Dahnil Kaitkan Rekonsiliasi dengan Kepulangan Habib Rizieq, Ini Kata Ngabalin Dok. Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A
Jakarta - Ali Mochtar Ngabalin merespons keinginan eks Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, agar rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dimanfaatkan untuk membawa pulang Habib Rizieq Syihab ke Indonesia. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden ini menegaskan rekonsiliasi penting, tapi tak perlu dikaitkan dengan urusan penegakan hukum.

"Rekonsiliasi penting karena pemerintah harus tenang, pemerintah harus konsentrasikan seluruh waktu, pikiran, dan tenaga untuk menyelesaikan agenda-agenda bangsa, agenda kerakyatan," ujar Ngabalin kepada wartawan di kawasan Senayan, Sabtu (6/7/2019).

Sementara itu, soal keinginan Dahnil agar Habib Rizieq dibawa kembali ke Indonesia, Ngabalin menyebut penegakan hukum tak boleh dicampuri urusan politik.

"Dalam posisi Habib Rizieq, tentu nanti pemerintah dan penegakan hukum punya pertimbangan-pertimbangan karena aspek hukum kan dari banyak aspek yang harus dipertimbangkan," ujarnya.





Selain itu, rekonsiliasi dinilai Ngabalin bukan soal keharusan parpol berkoalisi. Rekonsiliasi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memastikan komunikasi yang baik dan intensif di semua kalangan masyarakat.

"Mungkin Jokowi dan Prabowo dan orang-orang hebat sudah bisa ketemu. Tapi kalangan bawahnya harus diikhtiarkan, harus diusahakan. Tidak boleh tidak," kata Ngabalin berbicara soal pentingnya masyarakat bersatu.





Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan rekonsiliasi dilakukan untuk membicarakan masalah bangsa dan negara, bukan perseorangan. Moeldoko juga sebelumnya menilai rekonsiliasi tak lagi menjadi agenda prioritas Jokowi.

"Kita bicaranya sekali lagi bicara negara, sepanjang itu hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan negara, national interest harus berpikir lebih panjang, jangan terjebak pemikiran pragmatis, nanti menjadi mengganggu sistem negara ini," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Simak Video "Minta Pulangkan Habib Rizieq, Gerindra: Bukan Keputusan Partai"
[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com