Bicara Teladan Jokowi di Pilpres 2019, TGB Cerita Kisah Nabi Yusuf

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jumat, 05 Jul 2019 19:51 WIB
TGB (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) memuji cara Joko Widodo (Jokowi) menjalani kontestasi Pilpres 2019. Jokowi, menurutnya, sosok teladan karena tetap mengulurkan tangan persahabatan kepada kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, saat ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang. Dia pun menceritakan kisah Nabi Yusuf AS.

TGB menyampaikan sambutan dalam acara halalbihalal Relawan Jokowi di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019). Dia mengatakan, atas niat baik dan ketulusan hati, Jokowi bersama KH Ma'ruf Amin ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilpres meski tidak mudah karena melewati sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ketulusan hati itulah yang kemudian menghadirkan bantuan-bantuan menghadirkan kemudahan-kemudahan sehingga perjuangan kita alhamdulillah berhasil. Sekali lagi, Bapak-Ibu semua, kita ucapkan syukur kepada Allah SWT, alhamdulillah," ujarnya.



TGB kemudian bicara soal sosok Jokowi yang, menurutnya, bisa dijadikan teladan karena bergerak dengan kehendak dan niat yang baik demi bangsa Indonesia. Karena itu, dia mengajak seluruh pendukung ikut mengawal kepemimpinan Jokowi lima tahun ke depan.

"Beliau datang dari rakyat kebanyakan, bukan dari kelompok elite. Tidak pula dengan sokongan, katakanlah sokongan finansial yang sangat besar, tidak. Tapi kehendak baik dan keikhlasan. Maka para relawan Jokowi dan seluruh Indonesia mari kita pastikan lima tahun ke depan kita kawal bersama kebaikan dan kehendak baik, niat baik, dan ketulusan Pak Jokowi," kata TGB.

TGB kemudian bicara soal pelaksanaan Pilpres 2019. Dia menyebut salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah segala sesuatu harus diletakkan pada tempat yang benar. Tidak boleh ada sentimen apa pun, baik keagamaan, budaya, suku, maupun etnis, dan lainnya di Indonesia yang diarahkan untuk melemahkan, apalagi merusak Indonesia yang dibangun berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Yang kedua, saya ingin sampaikan Bapak-bapak dan Ibu-ibu Saudara sekalian, pelajaran dari Pilpres yang kita lewati kemarin bahwa segala sesuatu harus kita letakkan pada tempatnya. Tidak boleh sentimen apa pun di Indonesia ini, tidak boleh sentimen primordial apa pun, baik itu sentimen keagamaan, sentimen budaya, sentimen suku atau etnis, tidak boleh sentimen itu kita arahkan untuk melemahkan, apalagi merusak Indonesia."

"Saya sebagai seorang muslim, seorang saudara yang hadir, mungkin ada Saudara-saudara yang hadir di sini ada saudara-saudara saya dari kaum Kristiani, Hindu, Buddha, dari Konghucu, semua semangat keagamaan kita haruslah kita letakkan untuk memperkokoh Indonesia kita," jelasnya.



TGB kemudian mengangkat kisah dalam Alquran tentang riwayat Nabi Yusuf AS dengan saudara-saudaranya. Dia mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf dicoba dicelakakan oleh saudara-saudaranya, tapi ternyata sudah ditakdirkan sebagai pemimpin oleh Allah SWT.

"Kalau kita simak dalam kitab suci Bapak-bapak, Ibu, bagaimana kedengkian, bagaimana iri hati, bagaimana kebencian menyebabkan seseorang berniat untuk mencelakakan saudaranya. Dilempar Nabi Yusuf ke dalam sumur, karena kebencian. Ketika takdir sudah beralih, perjalanan waktu terus ke depan, orang yang dilempar dalam sumur ternyata ditakdirkan oleh Allah menjadi pemimpin. Apa yang terjadi, apakah Nabi Yusuf AS membalas dendam terhadap saudara-saudaranya? Ternyata tidak. Yang diulurkan oleh Nabi Yusuf adalah kemaafan. Yang diulurkan oleh Nabi Yusuf adalah jabatan tangan dan itulah kebesaran hati dari seorang pemimpin," ujar TGB.

TGB mengibaratkan kisah Nabi Yusuf AS tersebut dengan sikap Jokowi yang terus menggelorakan persahabatan kepada kompetitornya, Prabowo-Sandi, di Pilpres 2019. Dia berharap apa yang dilakukan Jokowi itu menular kepada seluruh pendukung agar tetap mengedepankan persatuan bangsa demi keberhasilan kepemimpinan Jokowi lima tahun mendatang.

"Terus-menerus beliau berusaha menyampaikan kepada kompetitornya bahwa konstestasi sudah selesai dan saatnya kita kembali membangun Indonesia bersama. Mari kita bawa semangat Nabi Yusuf ini.

"Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk benar-benar menyadari bahwa apa yang kita lakukan hari ini itulah yang menentukan masa depan dari wajah Indonesia ke depan. Bagaimana cara kita ber-Islam hari ini akan menentukan wajah Indonesia ke depan. Bagaimana kaum Kristiani dalam menghayati, mengamalkan agamanya, maka akan menentukan wajah Indonesia ke depan," sambungnya.



Tonton Video TGB soal Pilpres: Ini Bukan Perang Armagedon!
Bicara Teladan Jokowi di Pilpres 2019, TGB Cerita Kisah Nabi Yusuf


Simak Video "Jokowi Kaget Ramai soal Sepeda dari Daniel Mananta, Moeldoko Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(hri/fjp)