Soal Suap MA, PKB Alwi Dukung Bagir Tak Mundur

Soal Suap MA, PKB Alwi Dukung Bagir Tak Mundur

- detikNews
Jumat, 14 Okt 2005 07:55 WIB
Jakarta - Dukungan agar Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan tidak mundur dari jabatan mulai bermunculan. DPP PKB versi Muktamar Surabaya menilai Bagir masih layak memimpin MA sehingga tidak perlu mundur. Wah.."Kita mendorong secara khusus kepada Ketua MA agar membersihkan lembaga peradilan dari tindakan-tindakan yang dapat menciderai tegaknya keadilan," tegas Sekretaris Jenderal DPP PKB, Idham Cholied, dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (14/10/2005).Idham berpendapat kinerja Bagir selama memimpin MA sudah baik. Apalagi, selama ini anggaran operasional MA tidak memadai. "Kita berharap Ketua MA bisa lebih tegas lagi dalam membasmi mafia peradilan terutama yang dilakukan orang dalam," tambahnya. Anggota FKB DPR ini berpendapat desakan Bagir meletakkan jabatannya tidak relevan. Terutama dikaitkan masalah suap yang melibatkan Probosutedjo. "Desakan agar Bagir mundur atau non-aktif itu sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang selama ini terganggu dengan kinerja dan ketegasan Ketua MA," ujarnya. Jika Bagir mundur, PKB kubu Alwi Shihab menilai, akan banyak pihak yang justru menikmati keuntungan. "Yang perlu dilakukan sekarang adalah Bagir meningkatkan ketegasannya dan melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap jajarannya," kata Idham.Lebih lanjut, Idham mengatakan, Bagir harus segera melakukan audit kerja seluruh jajarannya. "Begitu ada penyelewengan dan penyimpangan harus ditindak tegas," tandasnya.Sekadar diketahui, desakan agar Bagir mundur menguat setelah terungkapnya kasus suap di tubuh MA. Suap tersebut menyeret nama Bagir. Tersangka kasus suap, Harini Wijoso, menyatakan dana suap Rp 5 miliar yang disita KPK diperuntukkan untuk Bagir. Namun Bagir membantah telah menerima suap dari pengacara adik tiri mantan Presiden Soeharto, Probosutedjo. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini