Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: Dari India hingga Rusia

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 16:59 WIB
Presiden RI Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: dok. Reuters)
Jakarta - Dalam buku 'English as a Global Language' oleh David Crystal dijelaskan, Mahatma Gandhi pernah menulis ketidakterimaannya pada bahasa Inggris.

"Memberi pengetahuan bahasa Inggris adalah untuk memperbudak mereka.... Tidakkah ini sangat menyakitkan, bila saya hendak pergi ke pengadilan, saya harus menggunakan bahasa Inggris sebagai media menyampaikan kata-kata. Ketika saya menjadi pengacara, saya mungkin tidak berbicara dalam bahasa ibu saya, dan orang lain harus menerjemahkan dari bahasa saya sendiri? Apakah ini tidak absurd? Apakah ini bukan tanda perbudakan?" tulis Gandhi.


Tulisan itu dibikin Gandhi pada 1908, era kolonialisasi Inggris atas India. Kini era itu sudah berlalu. Suka atau tidak, bahasa Inggris menjadi bahasa populer yang tak terelakkan bila kita ingin menambang banyak informasi. Bahasa Inggris juga dianggap menjadi simbol kepandaian dan level pendidikan seseorang.

Soal kemampuan berbahasa Inggris dengan gaya pengucapan yang sempurna seperti penutur asli, tak semua orang di dunia ini bisa. Bahkan para pemimpin negara di dunia ini juga tak semua mau berbahasa Inggris, meski mampu.

Ada pula yang bisa berbahasa Inggris secukupnya meski pengucapannya punya aksen non-Inggris. Presiden Joko Widodo (Jokowi) misalnya, dia berbicara bahasa Inggris dengan aksen medok Jawa. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menyatakan kita harus bangga dengan logat kita.


Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Kamis (4/7/2019), para pemimpin negara berikut ini dikenal lebih mengutamakan bahasa aslinya ketimbang bahasa Inggris.

PM India Modi pilih pakai penerjemah

Perdana Menteri India Narendra Modi memilih tetap menggunakan bahasa India bahkan dalam pertemuan para pemimpin dunia. Padahal sebenarnya Modi punya kemampuan mumpuni berbahasa Inggris. Ini dibuktikannya saat berbicara di Forum Pertemuan Global Pasar Berkembang pada 2013.

Saat itu dia mengejutkan para hadirin. Meski begitu, bila kita dengarkan lewat YouTube, aksen India Modi tetap jelas terdengar.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaPerdana Menteri India Narendra Modi (Rengga Sancaya/detikcom)

Bila punya kemampuan berbahasa Inggris, kenapa Modi memutuskan tak memakai bahasa Inggris? Ada alasan politik yang mendasarinya. Modi menggunakan penerjemah saat bertemu dengan Barack Obama pada September 2014. Pilihan itu dinilai diambil berdasarkan pertimbangan domestik ketimbang pertimbangan khawatir lawan bicara menjadi bingung.

Hal ini dibahas di Washington Post dalam tulisan berjudul 'Narendra Modi mungkin bergabung dengan daftar pemimpin dunia yang ogah memakai bahasa Inggris'.


Bahasa Hindi adalah bahasa resmi India, bahasa Inggris bukan bahasa yang terlalu asing di negara itu, meski hanya 5 persen yang lancar berbahasa itu. Mahatma Gandhi sendiri pernah berkata, "Memberi jutaan pengetahuan bahasa Inggris adalah memperbudak mereka."

Di India, urusan bahasa bisa menjadi persoalan politis. Kalangan lulusan sekolah kelas atas biasanya membanggakan kemampuan bahasa Inggris mereka. Modi berasal dari keluarga yang sederhana dan tak bersekolah di tempat elite.

Bila Modi tampil bercakap-cakap memakai bahasa Inggris, kaum nasionalis Hindu bisa merasa berjarak dengan sosok Modi. Orang dengan kemampuan berbahasa Inggris yang fasih di India identik dengan kaum elite sekuler yang kurang merakyat. Di samping itu, masih ada kesan tersisa, bahasa Inggris seperti bahasa penjajah.

Presiden Prancis terdahulu, Francois Hollande

Presiden Prancis periode 2012-2017 Francois Hollande saat wawancara dengan Slate menyombongkan diri bisa berbahasa Inggris lebih baik ketimbang pendahulunya, Nicholas Sarkozy. Namun Hollande masih mempertahankan gengsi sejarah, bahasa Prancis pernah menjadi lingua franca.

"Seorang Presiden Prancis harus berbicara dalam bahasa Prancis!" kata Hollande.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaFoto Francois Hollande dan Jokowi (Foto: dok. Reuters)

Dalam wawancara dengan wartawan Slate itu, Hollande ditanya apakah pemimpin Prancis perlu bisa berbicara dalam bahasa internasional yang umum, Hollande menjawab demikian:


"Pemimpin Prancis perlu memahami bahasa itu dan punya kemampuan untuk bertutur kata dengan lawan bicaranya. Namun saya tetap terikat pada bahasa Prancis dan kepada Francophonie (organisasi negara-negara berbahasa Prancis)," kata dia.

"Saat saya menghadiri pertemuan atau pemimpin Eropa, sangat tidak nyaman bagi saya untuk mendengar teman-teman yang berbahasa Romania, Polandia, Portugis, dan kadang Italia atau Inggris. Tapi saya mengakui, dalam level informal, interaksi bisa dilakukan dengan bahasa ini. Namun saya akan mempertahankan penggunaan bahasa Prancis di mana pun," tutur Hollande.

Kanselir Jerman Angela Merkel

Kanselir Jerman Angela Merkel dikenal sebagai sosok yang jarang berbahasa Inggris. Dalam satu kesempatan, dia bahkan berbicara kepada Kongres Amerika Serikat (AS) tetap dalam bahasa Jerman. Tapi dalam kesempatan lain, saat berbicara kepada parlemen Inggris, dia menggunakan bahasa Inggris yang tidak sempurna, meski masih bisa dimengerti. Itu adalah momen langka.

Pidato Merkel itu bisa disimak di YouTube. Bagi penulis, bahasa Inggris Merkel rasa-rasanya tak jauh berbeda dengan orang Inggris. Namun media asal Inggris, The Guardian, memuat penilaian bahwa suara bahasa Inggris Merkel tidak lancar (unflashy).


Merkel berasal dari Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman/DDR), kawasan yang dulu merupakan negara komunis. Dia lebih lancar berbahasa Rusia ketimbang Inggris. Meski lancar berbahasa Rusia, tetap saja dia membawa penerjemah saat melangsungkan diplomasi formal dengan Putin. Itu untuk menghindari kesalahpahaman kecil karena kadang begitulah cara peperangan dimulai, berangkat dari kesalahpahaman kecil.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaAngela Merkel, Kanselir Jerman (Istimewa)

Masih dari Jerman, mantan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle pernah menolak menjawab pertanyaan wartawan BBC karena si wartawan bertanya dalam bahasa Inggris. Peristiwa 2009 itu kemudian memaksa si wartawan menggunakan bantuan penerjemah. Meski begitu Westerwelle dikenal sebagai pria dengan kemampuan bahasa Inggris sangat baik.

Vladimir Putin belum lama belajar Bahasa Inggris

Presiden Rusia Vladimir Putin lancar berbahasa Jerman dan sering berbincang dengan Merkel yang bisa berbahasa Rusia. Putin baru belajar bahasa Inggris beberapa tahun lalu, bukan sejak kecil. Dia tak keberatan menggunakan bahasa Inggris untuk menekankan kalimat-kalimat tertentu supaya lebih dramatis.

Dilansir The Guardian dalam tulisan tahun 2014, Putin masih berjuang mengucapkan huruf vokal bahasa Inggris. Dia jarang berbicara bahasa Inggris dan tak pernah berbahasa Inggris dalam agenda diplomatik resmi. Namun di luar agenda diplomatik formal, dia mau berbahasa Inggris. Putin pernah merayu Komite Olimpiade Internasional menggunakan bahasa Inggris dengan aksen yang kentara, supaya Rusia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin, di Sochi.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaVladimir Putin, Presiden Rusia (Foto: dok. Reuters)

Kesediaan pemimpin negara berbahasa Inggris memang berbeda-beda. Adam Taylor, yang merupakan kolumnis rubrik internasional Washington Post dari Universitas Manchester dan Universitas Columbia, mengatakan adalah sebuah hal yang lumrah bila pemimpin dunia tidak mau berbahasa asing, bahasa yang tak terlalu familiar dengan kesehariannya. Kata-kata mereka tentu saja penting dan mereka tak ingin disalahpahami.

Presiden Komisi Eropa: Bahasa Inggris tak penting lagi

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dikenal lancar berbahasa Prancis, Jerman, dan Inggris. Dilansir RT News, Juncer pernah berbicara soal bahasa Inggris yang makin kehilangan arti pentingnya dewasa ini.

"Pelan tapi pasti, bahasa Inggris sedang kehilangan arti pentingnya di Eropa," kata Juncker dalam konferensi di Florence, Mei 2017. Dia berbicara dalam bahasa Inggris dan kemudian berganti ke bahasa Prancis. Ini adalah sindiran perkembangan isu Brexit.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaJean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa (Francois Lenoir/Reuters)

"Saya menyampaikan pidato di Florence pada bulan Mei dan saya mengatakan bahasa Inggris pelan-pelan hilang dari Eropa. Saya mengungkapkan pidato saya dalam bahasa Prancis, orang Prancis senang. Orang Inggris, saya kena kontroversi dari sisi lain Selat Channel," kata Juncker kepada para mahasiswa di Luxembourg, Oktober 2017.

Presiden Iran Hassan Rouhani

Hasan Rouhani adalah Presiden Iran peraih gelar PhD dari Skotlandia. Tentu saja dia bisa berbahasa Inggris. Namun dia jarang berbahasa Inggris di hadapan publik internasional.

Dilansir Public Radio International, penulis Iran-Amerika Azade Moaveni melihat Rouhani ingin bermain aman, menggunakan bahasa asli Iran akan lebih baik. Ada juga alasan lainnya. "Karena bahasa Persia adalah satu-satunya bahasa yang memungkinkan mereka mengartikulasikan dengan kuat, dipoles, dan bisa memuat pernyataan dan argumen rumit," kata Moaveni.

Penggunaan penerjemah juga bisa menjadikan lebih aman. Bila seorang politikus menyampaikan hal yang menjadi kontroversi di kemudian hari, politikus tersebut bisa menyalahkan penerjemahnya.

Menyimak Bahasa Inggris Para Pemimpin Negara: dari India hingga RusiaPresiden Rouhani dan PM Abe (Official Iranian President website/Handout via REUTERS)

Profesor dari diplomasi publik Universitas Southern California, Phillip Seib, mengatakan kadang-kadang diplomat menolak berbicara dalam bahasa Inggris atas dasar nasionalisme.

"Mereka punya bahasa sendiri. Kenapa mereka harus berbicara dengan bahasa orang lain? Khususnya di negara-negara berkembang, ini adalah cara untuk meyakinkan diri mereka sendiri," kata Seib

Bagaimana dengan Erdogan, Xi Jinping, dan Abe?

Tidak terlalu jelas kemampuan berbahasa Inggris pemimpin negara-negara ini. Dilansir Washington Post, Presiden China Xi Jinping jarang berbahasa Inggris. Dikabarkan, Xi memang tak lancar berbahasa Inggris, berbeda dengan Perdana Menteri China Li Keqiang, yang dikabarkan bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Sedangkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, disebut Adam Taylor di Washington Post, menghindari bahasa Inggris. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menghindari bahasa Inggris.

Simak Video "Partai Vladimir Putin Unggul Dalam Pemilu Parlemen"
[Gambas:Video 20detik]
(dnu/fjp)