Bandara Juanda akan memberangkatkan 85 kloter jemaah haji dan Bandara Internasional Lombok akan memberangkatkan 11 kloter. Pemberangkatan pertama jemaah haji tahun ini dari Bandara Juanda dan Lombok direncanakan pada Sabtu (6/7/2019).
Pemberangkatan melalui Bandara Juanda menggunakan pesawat jenis Boeing-747 dengan estimasi konsumsi avtur sebanyak 100 kiloliter/penerbangan. Dari Bandara Internasional Lombok (BIL) juga menggunakan pesawat jenis Boeing-747, dengan estimasi konsumsi avtur 122 kiloliter/penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Estimasi kami, kebutuhan total avtur untuk penerbangan haji 2019 ini di Juanda sebesar 16.885 kiloliter dan di Lombok sebesar 2.705 kiloliter," jelas Rustam dalam keterangan tertulis, Kamis (4/7/2019).
Salah satu penyebab kenaikan tersebut, kata Rustam, tahun 2019 ini ada penambahan 2 kloter dari Surabaya dan 1 kloter dari Lombok dibanding tahun lalu.
"Pertamina akan menjamin ketersediaan avtur dan mengoptimalkan ketepatan waktu pengisian ke pesawat," imbuhnya.
Dengan adanya penerbangan haji ini, Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Udara (DPPU) Juanda menaikkan persediaan avtur selama bulan Juli sampai September menjadi 1.075 kiloliter/hari dari normal 975 kiloliter/hari atau naik sebesar 10 persen. Sedangkan di DPPU Bandara Internasional Lombok (BIL), persediaan avtur dinaikkan menjadi 102 kiloliter/hari dari normal 67 kiloliter/hari atau naik 52 persen."
Selain menyiapkan stok avtur di DPPU dan terminal BBM terdekat, Pertamina menyiapkan SDM dan sarana fasilitas untuk pengisian ke pesawat. "Kami juga melakukan koordinasi yang intens dengan Angkasa Pura I Juanda untuk menjaga kelancaran dan ketepatan pelayanan dengan baik, aman, dan lancar," pungkasnya.
(idr/idr)











































