detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 13:06 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPR Arif Wibowo Ditanya soal Proyek e-KTP

Haris Fadhil - detikNews
Diperiksa KPK, Anggota DPR Arif Wibowo Ditanya soal Proyek e-KTP Anggota Fraksi PDIP DPR Arif Wibowo setelah diperiksa KPK. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Anggota Fraksi PDIP DPR Arif Wibowo diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Markus Nari. Dia mengaku ditanyai soal rapat-rapat di Komisi II untuk membahas kebijakan dan anggaran e-KTP.

"KPK mempertanyakan rapat-rapat di Komisi II sesuai dokumen yang ada. Menyangkut kebijakan menyangkut anggaran. Umum saja semuanya," kata Arif setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

Dia mengaku tak ingat detail jumlah anggaran saat itu. Menurutnya, semua hal terkait rapat d Komisi II tercatat dalam dokumen yang resmi.

"Saya nggak hafal, karena itu kaitannya juga dengan Banggar. Kan kesimpulan rapatnya ada semua di komisi. Kesimpulannya bersifat hukum," jelasnya.


Arif juga menyatakan tidak tahu peran Markus dalam pengurusan anggaran e-KTP. "Nggak ngerti," ucapnya.

Markus ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni dugaan merintangi penyidikan dan dugaan korupsi proyek e-KTP. Dalam kasus pertama, KPK menetapkan Markus sebagai tersangka karena diduga merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP serta kasus dugaan pemberian kesaksian palsu yang menjerat Miryam S Haryani.

Kemudian, Markus juga disangka menerima suap untuk memuluskan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun 2013 di DPR. KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar dari eks pejabat Kemendagri Sugiharto, yang kini telah jadi terpidana kasus e-KTP.

Nama Markus juga disebut menerima USD 400 ribu terkait proyek e-KTP dalam putusan Andi Narogong, yang kini telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. KPK pun telah menyita mobil Toyota Land Cruiser terkait kasus ini.



Tonton video Akademisi hingga Jendral Polisi 'Berebut' Kursi Pimpinan KPK:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Cipratan Korupsi Markus Nari Sampai ke Novanto Hingga Korporasi"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com